Barista merupakan profesi dengan risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal (MSDs) akibat aktivitas kerja berulang seperti tamping, berdiri dalam waktu lama, serta gerakan pergelangan tangan yang intensif. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pengetahuan barista mengenai ergonomi dan belum tersedianya program pencegahan terstruktur di tempat kerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan barista di Entry Coffee & Space, Malang, mengenai postur kerja ergonomis dan latihan peregangan mandiri sebagai upaya preventif terhadap MSDs. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan edukatif, demonstrasi teknik peregangan, dan diskusi interaktif yang diikuti 5 barista, dievaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test 10 pernyataan terstruktur yang mengukur pemahaman ergonomi dan peregangan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan pada seluruh aspek, dari kisaran 20%-60% pada pre-test menjadi 60%-100% pada post-test, mencerminkan perubahan nyata dalam pemahaman postur kerja dan kebiasaan peregangan peserta. Edukasi ergonomi yang dilakukan secara konsisten direkomendasikan sebagai strategi pencegahan MSDs jangka panjang bagi barista.
Copyrights © 2026