Pengelolaan sampah di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Lingga menghadapi tantangan fragmentasi. Bank Sampah Unit (BSU) sering kali berjalan sendiri-sendiri tanpa terhubung ke dalam sistem yang terpusat. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh kesenjangan pemahaman teknis pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai pemangku kebijakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) merancang model Bank Sampah Terintegrasi yang aplikatif dan (2) meningkatkan pengetahuan teknis pemangku kepentingan melalui pendampingan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, pengukuran awal, penyusunan model konseptual, visualisasi arsitektur 3D, sosialisasi teknis, dan evaluasi akhir kegiatan. Hasil utama kegiatan ini adalah terbentuknya purwarupa (prototype) Bank Sampah Induk berupa model alur sistem terintegrasi dan rendering arsitektur 3D yang menerjemahkan Standar Operasional Prosedur (SOP) ke dalam desain fisik yang efisien. Secara kuantitatif, kegiatan ini meningkatkan pemahaman teknis staf DLH dari skor 2,6 menjadi 4,4 dan pemahaman prosedural dari 2,7 menjadi 4,3. Disimpulkan bahwa strategi pendampingan holistik berbasis visualisasi teknis 3D berhasil menutup kesenjangan pengetahuan serta menghasilkan solusi yang siap diimplementasikan oleh mitra. Luaran kegiatan ini juga memberikan acuan teknis bagi pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola persampahan melalui sistem bank sampah yang terintegrasi.
Copyrights © 2026