Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular di berbagai negara, termasuk Indonesia. Peningkatan prevalensi hipertensi dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat seperti konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, stres, serta rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin. Berdasarkan hasil pengkajian komunitas di RT 9–12 Kelurahan 13 Ulu Kota Palembang, ditemukan 46% kelompok dewasa dan 27% lansia memiliki riwayat hipertensi dengan kepatuhan kontrol yang rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui edukasi kesehatan, skrining tekanan darah, serta intervensi aktivitas fisik berupa senam hipertensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kategori pengetahuan baik dari 30% sebelum intervensi menjadi 80% setelah intervensi. Program ini efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi berbasis komunitas serta berkontribusi terhadap peningkatan perilaku hidup sehat masyarakat.
Copyrights © 2026