Menjaga keterlibatan dan konsentrasi peserta menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pelatihan vokasi, terutama ketika kegiatan berlangsung dalam format penyampaian materi yang cenderung satu arah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan membuat peserta lebih mudah kehilangan fokus selama pelatihan berlangsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menerapkan ice breaking sebagai bagian dari strategi pembelajaran interaktif pada pelatihan vokasi pariwisata. Kegiatan berlangsung selama dua jam dan melibatkan 41 siswa dari berbagai program keahlian. Pelaksanaan pelatihan mengombinasikan penyampaian materi dengan aktivitas ice breaking yang diterapkan pada awal kegiatan, saat transisi antar sesi, dan selama proses pelatihan berlangsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pengamatan langsung terhadap perilaku peserta selama kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 4,22 menjadi 5,88 pada skala satu sampai enam. Selain peningkatan pemahaman, peserta juga menunjukkan perubahan perilaku yang terlihat dari meningkatnya perhatian, keterlibatan dalam diskusi, dan respons selama kegiatan berlangsung. Penerapan ice breaking membantu menciptakan suasana pelatihan yang lebih dinamis dan interaktif sehingga peserta dapat mengikuti materi dengan lebih fokus. Temuan ini menunjukkan bahwa ice breaking dapat digunakan sebagai pendekatan pendukung dalam kegiatan pelatihan berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Copyrights © 2026