Pendahuluan: Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat dunia dengan rata-rata 711,3 ton/tahun. Desa Batu Ampar, Kepahiang, Bengkulu merupakan sentra kopi robusta seluas 312,5 ha dengan produksi 210 ton/tahun dan menjadi mata pencaharian 89% kepala keluarga. Pemanfaatan pascapanen masih terbatas pada biji &bubuk kopi minuman, kopi robusta mengandung asam klorogenat, kafein, dan antioksidan yang potensial sebagai bahan kosmetik eksfolian alami. Lidyawati et al. (2025) membuktikan scrub berbasis kopi stabil secara fisikokimia. Permasalahan:76% ibu rumah tangga tidak paham fitokimia kopi dan 84% belum pernah dilatih diversifikasi produk kosmetik, sehingga terjadi ketergantungan ekonomi pada perkebunan. Kegiatan “Pemberdayaan IRT melalui Pendampingan Inovasi Body Scrub Kopi Robusta” dilaksanakan Juli–Desember 2025. Metode: 1) Persiapan: pra-survei, identifikasi kebutuhan, penyiapan bahan dan instrumen. 2)Penyuluhan: edukasi potensi bioaktif, teknis produksi, dan keamanan. 3)Demonstrasi & pelatihan: praktik mandiri pembuatan scrub di bawah supervisi. 4) Pendampingan & evaluasi: pre-test/post-test, observasi ketrampilan. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan dari kategori Cukup-Kurang ke kategori baik sekali dan peningkatan jumlah sangat baik dari 4% menjadi 72%. Pemahaman peserta mengenai cara pembuatan meningkat hingga 100%. Setelah dilakukan kegiatan ini dampak yang dapat dirasakan oleh mitra berupa peningkatan kapasitas untuk merintis usaha scrub kopi robusta berbasis potensi lokal. Peningkatan pemahaman, ketrampilan dan motivasi peserta diharapkan dapat mendorong terciptanya peluang usaha baru guna mendukung peningkatan ekonomi keluarga.
Copyrights © 2026