Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian, tetapi pengelolaan limbah produksi pada banyak UMKM masih belum dilakukan secara terstruktur. PCGR Industries sebagai UMKM konveksi jersey menghadapi permasalahan berupa limbah sisa kain, tinta sablon, kertas, kardus, dan plastik yang sebelumnya dijual tanpa pemilahan serta belum dicatat sebagai komponen biaya dan pendapatan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi mitra dalam menerapkan green accounting berbasis pengelolaan limbah produksi guna meningkatkan nilai tambah dan keberlanjutan usaha. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui observasi awal, sosialisasi, pelatihan identifikasi dan pemilahan limbah, pendampingan pemanfaatan limbah bernilai ekonomi, serta penyusunan pencatatan biaya lingkungan dan pendapatan limbah secara sederhana pada periode 10 Januari sampai 30 April 2026. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan nyata pada mitra, yaitu meningkatnya pemahaman konsep green accounting dari 15 menjadi 85, keterampilan pemilahan limbah dari 10 menjadi 95, pengelolaan limbah bernilai ekonomi dari 25 menjadi 90, serta kedisiplinan pencatatan kas lingkungan dari 0 menjadi 80. Selain itu, limbah yang sebelumnya dijual secara campuran mulai dipilah berdasarkan jenis dan nilai jual, area produksi menjadi lebih tertata, dan mitra memperoleh tambahan pendapatan dari hasil penjualan limbah terpilah yang dicatat dalam buku kas lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan green accounting berbasis pengelolaan limbah produksi mampu memperkuat efisiensi operasional, menambah nilai ekonomi limbah, dan mendukung keberlanjutan UMKM. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian, tetapi pengelolaan limbah produksi pada banyak UMKM masih belum dilakukan secara terstruktur. PCGR Industries sebagai UMKM konveksi jersey menghadapi permasalahan berupa limbah sisa kain, tinta sablon, kertas, kardus, dan plastik yang sebelumnya dijual tanpa pemilahan serta belum dicatat sebagai komponen biaya dan pendapatan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi mitra dalam menerapkan green accounting berbasis pengelolaan limbah produksi guna meningkatkan nilai tambah dan keberlanjutan usaha. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui observasi awal, sosialisasi, pelatihan identifikasi dan pemilahan limbah, pendampingan pemanfaatan limbah bernilai ekonomi, serta penyusunan pencatatan biaya lingkungan dan pendapatan limbah secara sederhana pada periode 10 Januari sampai 30 April 2026. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan nyata pada mitra, yaitu meningkatnya pemahaman konsep green accounting dari 15 menjadi 85, keterampilan pemilahan limbah dari 10 menjadi 95, pengelolaan limbah bernilai ekonomi dari 25 menjadi 90, serta kedisiplinan pencatatan kas lingkungan dari 0 menjadi 80. Selain itu, limbah yang sebelumnya dijual secara campuran mulai dipilah berdasarkan jenis dan nilai jual, area produksi menjadi lebih tertata, dan mitra memperoleh tambahan pendapatan dari hasil penjualan limbah terpilah yang dicatat dalam buku kas lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan green accounting berbasis pengelolaan limbah produksi mampu memperkuat efisiensi operasional, menambah nilai ekonomi limbah, dan mendukung keberlanjutan UMKM.
Copyrights © 2026