Perkembangan teknologi digital yang masif telah mendorong perubahan fundamental dalam pola pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Artikel ini menyajikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di UMKM Ayam Geprek Bude Sri Sedayu, Sedayu, dengan fokus pada pendampingan pemanfaatan platform media sosial (Instagram Bisnis dan WhatsApp Business) serta Google Maps sebagai instrumen perluasan jangkauan pasar. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang mencakup empat tahapan: observasi dan identifikasi aset, pembuatan media digital, implementasi konten, serta monitoring dan evaluasi. Sebelum dilakukan pendampingan, usaha ini belum memiliki kehadiran digital sama sekali sekali dan jangkauan konsumen terbatas dalam radius dua kilometer dari lokasi usaha. Setelah pendampingan, akun Instagram Bisnis @angkringan.geprek berhasil diaktifkan dengan tiga pengikut organik dan dua unggahan konten promosi, lokasi usaha terdaftar dan terverifikasi di Google Maps dengan rating 5.0 dari dua ulasan positif, serta WhatsApp Business aktif dengan katalog produk dan pesan otomatis. Hasil kegiatan pendampingan membuktikan bahwa digitalisasi pemasaran berskala sederhana mampu menciptakan identitas digital yang terstruktur, memperluas jangkauan konsumen potensial, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan bagi UMKM kuliner skala mikro.
Copyrights © 2026