Kemajuan eksponensial teknologi informasi dan komunikasi pada era Society 5.0 mengharuskan adanya transformasi tata kelola pendidikan. Lembaga pendidikan agama Islam semakin didorong untuk mengadopsi mekanisme manajemen yang komprehensif dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara analitis konsep, tantangan, serta peluang strategis seputar implementasi Management Information System (SIM) di entitas pendidikan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui literature review yang ekstensif, riset ini menganalisis secara cermat jurnal akademik kontemporer, buku teks otoritatif, dan dokumen kebijakan resmi pemerintah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa integrasi SIM—seperti Education Management Information System (EMIS) dan e-Raport—secara signifikan mengoptimalkan efisiensi administratif, memperkuat akuntabilitas institusional, dan mengakselerasi proses pengambilan keputusan berbasis data (data-driven). Namun, transisi digital ini sangat terhambat oleh tantangan sistemik, termasuk disparitas infrastruktur, kesenjangan digital (digital divide), kompetensi sumber daya manusia yang tidak memadai, serta resistensi kultural atau technophobia di kalangan pendidik tradisional. Sebaliknya, proliferasi kebijakan digital dan munculnya kepemimpinan berbasis kebaikan (kindness-based leadership) menawarkan peluang substansial untuk memodernisasi pendidikan Islam. Studi ini menyimpulkan bahwa kesuksesan implementasi SIM menuntut sintesis holistik antara infrastruktur teknologi yang tangguh dengan nilai-nilai fundamental Islam seperti amanah dan adab, yang pada akhirnya memupuk lembaga pendidikan yang tangguh dan kompetitif di lanskap digital kontemporer.
Copyrights © 2026