Perkembangan sediaan kapsul farmasi menuntut bahan cangkang yang stabil, aman, dan sesuai preferensi konsumen, sementara gelatin sebagai bahan konvensional menghadapi isu kelembapan, stabilitas, dan kehalalan, sehingga diperlukan evaluasi alternatif non-gelatin berbasis polimer alami. Artikel ini bertujuan membandingkan karakteristik fisikokimia cangkang kapsul gelatin dan non-gelatin serta menjawab pertanyaan mengenai keunggulan relatif masing-masing bahan pada parameter kunci formulasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan desain deskriptif komparatif terhadap ±30 artikel lima tahun terakhir dari basis data ilmiah, dengan analisis kualitatif pada parameter kelembapan, viskositas, waktu hancur, sifat mekanik, dan stabilitas. Hasil menunjukkan gelatin memiliki elastisitas baik dan waktu hancur cepat, namun sensitif terhadap lingkungan; HPMC menawarkan stabilitas tinggi dan kadar air rendah; karagenan unggul dalam kekuatan mekanik; pektin menunjukkan waktu hancur relatif cepat; sedangkan pati ekonomis namun memerlukan modifikasi untuk meningkatkan kualitas. Temuan ini menegaskan bahwa tidak ada satu bahan yang unggul pada semua parameter, sehingga pemilihan harus disesuaikan dengan tujuan formulasi. Kesimpulannya, polimer non-gelatin berpotensi sebagai alternatif gelatin, dengan implikasi pada pengembangan kapsul yang lebih stabil dan adaptif; penelitian selanjutnya perlu mengkaji kombinasi polimer dan uji stabilitas lanjutan.
Copyrights © 2026