Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literatur Review: Pengaruh Berbagai Jenis Bahan Pengikat Alami dan Sintetik Terhadap Karakteristik Fisik Tablet Muhammad Arif; Siti Nurfadilah; Lupia Afifi; Annisaul Hanifa; Siti Bella; Zahra Nabilah; Kartika Aggreany Siahaan; Ma’ruf Arfiyansyah; Elsi Amanda Putri; Safhira Salsa Maliki; Hasiela Nurfajrina Seprizal; Nur Hikmah
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6hd3wy79

Abstract

Eksipien merupakan komponen penting dalam formulasi tablet yang berfungsi mendukung proses pembuatan serta menentukan mutu sediaan akhir. Salah satu eksipien yang berperan penting adalah bahan pengikat yang berfungsi meningkatkan kohesi antarpartikel sehingga menghasilkan tablet dengan kekuatan mekanik yang baik. Seiring meningkatnya perhatian terhadap penggunaan bahan yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan, eksipien alami semakin banyak dikembangkan sebagai alternatif bahan pengikat sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan perkembangan eksipien alami sebagai bahan pengikat dalam formulasi tablet melalui metode review sistematis. Literatur diperoleh dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2021-2026. Sebanyak 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis berdasarkan jenis eksipien alami, karakteristik fisikokimia, serta pengaruhnya terhadap mutu fisik tablet. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai eksipien alami seperti pati biji durian, pati biji nangka, pati garut, pati talas, pati pisang goroho, tepung porang, mukilago fenugreek, mukilago Hibiscus rosa-sinensis, gom arab, gelatin, dan selulosa mikrokristalin dari nata ganyong memiliki potensi yang baik sebagai bahan pengikat. Penggunaan eksipien alami terbukti mampu meningkatkan kekerasan tablet, menurunkan kerapuhan, memperbaiki sifat alir granul, serta menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan farmakope. Selain itu, eksipien alami memiliki keunggulan berupa biokompatibilitas tinggi, biodegradabilitas, ketersediaan yang melimpah, dan biaya yang relatif rendah.
Perbandingan Karakteristik Cangkang Kapsul Gelatin dan Berbagai Alternatif Non-Gelatin Berbasis Polimer Alami Sartika Agus Rianti; Zuhra Balqis Yasmilla; Mita Aprilia Putri; Najwa Sayid Safitra; Nur Aini; Annisa Rahma Dhani; Mia Hermanita Syaputri; Jessy Amelya Hulfa; Alga Dwi Destoarezkya; Tahza Dhiva Raudatul Jannah; Tsa Tsa Aulia Rahayu; Muhammad Arif
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/g97kzw92

Abstract

Perkembangan sediaan kapsul farmasi menuntut bahan cangkang yang stabil, aman, dan sesuai preferensi konsumen, sementara gelatin sebagai bahan konvensional menghadapi isu kelembapan, stabilitas, dan kehalalan, sehingga diperlukan evaluasi alternatif non-gelatin berbasis polimer alami. Artikel ini bertujuan membandingkan karakteristik fisikokimia cangkang kapsul gelatin dan non-gelatin serta menjawab pertanyaan mengenai keunggulan relatif masing-masing bahan pada parameter kunci formulasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan desain deskriptif komparatif terhadap ±30 artikel lima tahun terakhir dari basis data ilmiah, dengan analisis kualitatif pada parameter kelembapan, viskositas, waktu hancur, sifat mekanik, dan stabilitas. Hasil menunjukkan gelatin memiliki elastisitas baik dan waktu hancur cepat, namun sensitif terhadap lingkungan; HPMC menawarkan stabilitas tinggi dan kadar air rendah; karagenan unggul dalam kekuatan mekanik; pektin menunjukkan waktu hancur relatif cepat; sedangkan pati ekonomis namun memerlukan modifikasi untuk meningkatkan kualitas. Temuan ini menegaskan bahwa tidak ada satu bahan yang unggul pada semua parameter, sehingga pemilihan harus disesuaikan dengan tujuan formulasi. Kesimpulannya, polimer non-gelatin berpotensi sebagai alternatif gelatin, dengan implikasi pada pengembangan kapsul yang lebih stabil dan adaptif; penelitian selanjutnya perlu mengkaji kombinasi polimer dan uji stabilitas lanjutan.
Review: Formulasi Dan Evaluasi Sifat Fisis Tablet Ekstrak Daun Kelor Menggunakan Pati Jagung Sebagai Bahan Pengikat Nova Fitria Maharani; Dewi Fatma Sari; Yelsa Safariani; Nadia Restu Utami; Yolipia Amanda; Istiazah Mei Canda; Rosita Rosita; Nurpadila Nurpadila; Suci Chantika Azhara; Sofi Nabila; Hayatun Nufus; Muhammad Arif; Verti Novita Sari
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/n8jm9t71

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, sehingga pengembangannya dalam bentuk sediaan tablet menjadi penting untuk menjamin akurasi dosis dan stabilitas. Namun, sifat ekstrak daun kelor yang higroskopis dan sulit dicetak menjadi tantangan utama dalam formulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi formulasi dan karakteristik fisik sediaan tablet ekstrak daun kelor dengan fokus pada penggunaan bahan pengikat, khususnya pati jagung. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) terhadap 25 jurnal ilmiah terbitan sepuluh tahun terakhir yang diakses melalui basis data digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa karagenan (28%) dan pati (24%) merupakan bahan pengikat yang paling sering digunakan. Penggunaan pati jagung efektif menghasilkan tablet dengan waktu hancur ideal kurang dari 15 menit, namun cenderung sensitif terhadap kelembapan udara. Meskipun gelatin menunjukkan performa lebih unggul dalam hal kecepatan waktu hancur dan rendahnya kerapuhan, pati jagung tetap menjadi pilihan utama karena ekonomis dan berfungsi ganda sebagai penghancur. Kesimpulannya, pengoptimalan konsentrasi bahan pengikat dan metode pembuatan sangat menentukan mutu fisik serta stabilitas tablet ekstrak daun kelor.