Tanaman kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, sehingga pengembangannya dalam bentuk sediaan tablet menjadi penting untuk menjamin akurasi dosis dan stabilitas. Namun, sifat ekstrak daun kelor yang higroskopis dan sulit dicetak menjadi tantangan utama dalam formulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi formulasi dan karakteristik fisik sediaan tablet ekstrak daun kelor dengan fokus pada penggunaan bahan pengikat, khususnya pati jagung. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) terhadap 25 jurnal ilmiah terbitan sepuluh tahun terakhir yang diakses melalui basis data digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa karagenan (28%) dan pati (24%) merupakan bahan pengikat yang paling sering digunakan. Penggunaan pati jagung efektif menghasilkan tablet dengan waktu hancur ideal kurang dari 15 menit, namun cenderung sensitif terhadap kelembapan udara. Meskipun gelatin menunjukkan performa lebih unggul dalam hal kecepatan waktu hancur dan rendahnya kerapuhan, pati jagung tetap menjadi pilihan utama karena ekonomis dan berfungsi ganda sebagai penghancur. Kesimpulannya, pengoptimalan konsentrasi bahan pengikat dan metode pembuatan sangat menentukan mutu fisik serta stabilitas tablet ekstrak daun kelor.
Copyrights © 2026