Pendidikan inklusif pada anak usia dini merupakan upaya memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, dalam lingkungan belajar yang sama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mewujudkan pendidikan inklusif pada anak usia dini melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai jurnal, buku, hasil penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif sangat dipengaruhi oleh peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman peserta didik. Strategi yang efektif meliputi diferensiasi pembelajaran, penggunaan media dan metode yang beragam, pengelolaan lingkungan belajar yang inklusif, kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional, serta pendampingan sosial-emosional anak. Namun demikian, implementasi pendidikan inklusif masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya sarana pendukung, serta stigma sosial terhadap anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru, dukungan kelembagaan yang berkelanjutan, serta pembangunan budaya sekolah yang inklusif guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini yang ramah bagi anak.
Copyrights © 2026