Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ambivalensi emosi anak usia dini terhadap figur ayah dalam novel Unwanted Fate karya Kaaratachi. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana konflik emosional antara kebutuhan akan kasih sayang dan kecenderungan untuk menolak interaksi dari ayah divisualisasikan melalui narasi dan dialog tokoh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif terhadap bab-bab terpilih (Bab 5, 13, 21, dan Epilog) yang mengandung dialog dan narasi relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan kategorisasi tematik berdasarkan dimensi rasa sayang, penolakan, ambivalensi, dan pemicu emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika hubungan antara tokoh anak (Hua Sheng) dan ayah (Hua Yong) merefleksikan pola keterikatan insecure-ambivalent sebagaimana dijelaskan dalam teori kelekatan Bowlby dan Ainsworth. Ketidakkonsistenan respon emosional ayah menimbulkan kebingungan pada anak, yang menunjukkan kerinduan akan kedekatan sekaligus penolakan terhadap sapaan dan kontak. Pembahasan temuan ini dengan konsep perkembangan sosial-emosional anak, menekankan pentingnya kehadiran emosional yang stabil dan dapat diprediksi dari figur ayah. Simpulan penelitian menyoroti nilai novel naratif dalam menggambarkan kompleksitas psikologis anak serta esensinya terhadap pemahaman pola asuh dan kualitas hubungan ayah-anak.
Copyrights © 2026