Transformasi digital yang berlangsung secara akseleratif dalam ekosistem akademik kontemporer telah menghadirkan pergeseran dalam cara peneliti mengakses, mengelola, dan mensintesiskan sumber-sumber ilmiah, termasuk dalam ranah studi keislaman di Indonesia. Metode penelitian kepustakaan dan pemanfaatan internet kini menempati posisi strategis sebagai fondasi epistemologis dalam menghasilkan karya akademik yang berbobot dan komprehensif. Paper ini bertujuan menelaah secara kritis konsep metode penelitian kepustakaan dan pemanfaatan internet, sekaligus mengkaji implementasinya secara komparatif dalam dua tesis bertema hermeneutika Al-Qur'an dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Institut PTIQ Jakarta. Metode yang digunakan adalah telaah kritis komparatif berbasis kajian literatur terhadap kedua tesis tersebut secara sistematis. Temuan kajian menunjukkan bahwa kedua tesis mengimplementasikan metode kepustakaan dengan kadar eksplisitas metodologis yang berbeda secara signifikan, dan keduanya belum menyertakan refleksi kritis yang memadai atas pemanfaatan internet dalam proses penelitian. Implikasi temuan ini menegaskan urgensi peningkatan standar metodologis penelitian kepustakaan di perguruan tinggi Islam Indonesia secara sistematis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026