Pembelajaran sejarah di sekolah menengah memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis Peserta Didik, namun praktiknya masih sering didominasi pendekatan hafalan yang membatasi penalaran historis. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah pembelajaran sejarah berbasis isu kontroversial yang menekankan analisis bukti dan multiperspektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan praktik pembelajaran sejarah kontroversial, menganalisis hubungannya dengan penguatan berpikir kritis Peserta Didik, serta merumuskan rekomendasi konseptual untuk konteks UPTD SMAN 1 Nosu. Penelitian menggunakan metode studi literatur sistematis dengan kerangka PRISMA dan analisis tematik terhadap berbagai sumber jurnal pendidikan sejarah terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran isu kontroversial mendorong Peserta Didik mengevaluasi sumber, membandingkan perspektif, dan menyusun argumentasi rasional sehingga memperkuat kemampuan berpikir kritis dan literasi historis. Namun efektivitasnya bergantung pada desain pembelajaran yang sistematis, kesiapan guru, dan iklim kelas yang dialogis. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran bertahap berbasis isu lokal dan nasional, penguatan kompetensi guru, serta penggunaan penilaian berbasis argumentasi sebagai strategi pedagogis yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026