Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Kodular Untuk Meningkatkan Literasi Historis Peserta Didik Muhammad Hamka Halim; Richlah Nur Majdina; Firdaus W Suhaeb
Jurnal Pendidikan Amartha Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v5i1.8221

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran sejarah berbasis aplikasi Android menggunakan platform Kodular serta menganalisis pemanfaatannya dalam mendukung pengembangan literasi historis peserta didik di UPTD SMAN 1 Nosu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian pengembangan. Proses pengembangan media mengikuti tahapan model ADDIE yang meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik kelas XII dan seorang guru mata pelajaran sejarah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Kodular yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang baik berdasarkan penilaian ahli materi. Implementasi media dalam proses pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan peserta didik serta terciptanya suasana belajar yang lebih aktif dan interaktif. Selain itu, integrasi berbagai elemen multimedia seperti gambar, video, serta kuis interaktif dalam aplikasi mampu membantu peserta didik memahami peristiwa sejarah secara lebih kontekstual. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Kodular dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan literasi historis peserta didik.
Pembelajaran Sejarah Kontroversial Sebagai Penguat Berpikir Kritis Peserta Didik UPTD SMAN 1 Nosu Muhammad Hamka Halim; Bahri Bahri
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i1.8364

Abstract

Pembelajaran sejarah di sekolah menengah memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis Peserta Didik, namun praktiknya masih sering didominasi pendekatan hafalan yang membatasi penalaran historis. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah pembelajaran sejarah berbasis isu kontroversial yang menekankan analisis bukti dan multiperspektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan praktik pembelajaran sejarah kontroversial, menganalisis hubungannya dengan penguatan berpikir kritis Peserta Didik, serta merumuskan rekomendasi konseptual untuk konteks UPTD SMAN 1 Nosu. Penelitian menggunakan metode studi literatur sistematis dengan kerangka PRISMA dan analisis tematik terhadap berbagai sumber jurnal pendidikan sejarah terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran isu kontroversial mendorong Peserta Didik mengevaluasi sumber, membandingkan perspektif, dan menyusun argumentasi rasional sehingga memperkuat kemampuan berpikir kritis dan literasi historis. Namun efektivitasnya bergantung pada desain pembelajaran yang sistematis, kesiapan guru, dan iklim kelas yang dialogis. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran bertahap berbasis isu lokal dan nasional, penguatan kompetensi guru, serta penggunaan penilaian berbasis argumentasi sebagai strategi pedagogis yang kontekstual dan berkelanjutan.
Model Pembelajaran Sejarah Berbasis AI dan Kahoot sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Historis Siswa di UPTD SMAN 1 Nosu Nurul Syahruni; Muhammad Hamka Halim; Nur Fadhilah Murtadir; Dwita Aprilla Amir; Sirajuddin Saleh
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.5613

Abstract

This study aims to develop a history learning model based on Artificial Intelligence (AI) that is integrated with Kahoot to improve the historical literacy of students at UPTD SMAN 1 Nosu. The method used is developmental research with a qualitative approach through the stages of analysis, design, implementation, and evaluation. The data were obtained from observations, interviews, and documentation. The data analysis technique in this study uses interactive analysis carried out through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the integration of AI and Kahoot is able to create adaptive, interactive, and interesting learning. This model is proven to improve students' abilities in understanding chronology, analyzing sources, and interpreting historical events critically. In addition, student motivation and engagement also increased. Thus, this study still has limitations, particularly in its scope, which was conducted in only one school with a limited number of subjects and its reliance on technology facilities and internet connections in the learning process. Therefore, further research is recommended to involve a wider range of schools, use a more diverse approach, and develop more innovative AI- and Kahoot-based learning models for optimal application in history learning across various educational settings.
Filsafat Sejarah dan Identitas Lokal: Refleksi Tradisi Ma’lamba Tedong pada Bulan Agustus di Kecamatan Nosu Muhammad Hamka Halim; Rahma Awalia; Muhammad Syukur; M Ridwan Said Ahmad
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7553

Abstract

Penelitian ini menelaah tradisi Ma’lamba Tedong—ritual pelepasan kerbau setiap bulan Agustus di Kecamatan Nosu—sebagai ekspresi filsafat sejarah dan identitas lokal masyarakat Mamasa. Melalui pendekatan kualitatif berbasis hermeneutika sosial-budaya, tradisi dipahami sebagai teks hidup yang mengandung makna historis, spiritual, dan ekologis. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pemuka agama, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ma’lamba Tedong merupakan bentuk reenactment kesadaran historis yang menghidupkan kembali ingatan leluhur melalui tindakan komunal yang berulang. Kerbau berfungsi sebagai simbol kosmologis yang menghubungkan manusia, alam, dan dimensi spiritual, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan menjaga keseimbangan ekologis. Modernisasi menghadirkan tantangan berupa komersialisasi simbol budaya dan pergeseran nilai pada generasi muda, sehingga revitalisasi tradisi membutuhkan integrasi pendidikan, dokumentasi budaya, dan kolaborasi komunitas. Studi ini menegaskan bahwa Ma’lamba Tedong bukan sekadar warisan adat, tetapi sumber pengetahuan historis-spiritual yang relevan bagi penguatan identitas lokal dan pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal.