Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat Puskesmas memerlukan sistem pencatatan dan pelaporan yang terintegrasi untuk mendukung pemantauan dan evaluasi layanan. Namun, di Puskesmas Bungaraya, sistem pelaporan ILP masih mengalami keterlambatan serta permasalahan kualitas data. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model sistem pelaporan ILP berbasis kader melalui prototipe aplikasi SIPELITA.Jenis penelitian ini merupakan riset dasar terapan dengan pendekatan Research and Development (R&D) tahap awal menggunakan desain sekuensial eksploratoris pada Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 3 . Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Bungaraya pada Februari–April 2026 dengan informan terdiri dari bidan, kader Posyandu, serta pihak manajemen Puskesmas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), telaah dokumen, serta uji coba terbatas prototipe aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ILP telah berjalan cukup baik dan mencakup seluruh klaster layanan, namun sistem pelaporan masih manual. Model sistem pelaporan berbasis aplikasi SIPELITA dikembangkan dengan alur terstruktur mulai dari input data oleh kader, pengolahan otomatis, validasi oleh bidan, hingga konsolidasi di Puskesmas. Sistem ini mampu menghasilkan laporan real-time dan dashboard monitoring yang lebih efisien dan terintegrasi. Berdasarkan hasil uji usability menggunakan System Usability Scale (SUS), diperoleh skor sebesar 70,43 yang termasuk kategori baik (acceptable). Hal ini menunjukkan bahwa prototipe aplikasi SIPELITA layak digunakan secara usability awal (TKT 3). Aplikasi ini berpotensi meningkatkan kecepatan, kerapian, dan ketepatan pelaporan, meskipun masih diperlukan penyempurnaan tampilan, penyederhanaan bahasa, serta dukungan pelatihan dan akses offline.
Copyrights © 2026