Indonesia memiliki potensi energi air yang besar sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan nasional, salah satunya dimanfaatkan melalui PLTM Besai Kemu berkapasitas 2 x 3,5 MW yang berada di Provinsi Lampung. Namun, didalam operasional pembangkit sangat dipengaruhi fluktuasi debit sungai dan belum didukung analisis kinerja berbasis data yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional PLTM berdasarkan data historis produksi listrik dan debit air menggunakan metode deskriptif kuantitatif, regresi linear, serta analisis efisiensi energi. Hasil menunjukkan produksi maksimum pembangkit sebesar 189.447,40 kWh/hari dan minimum 0 kWh/hari dengan rata-rata 131.173,60 kWh/hari atau 61,83% dari kapasitas terpasang, serta standar deviasi 39.429,94 kWh yang menandakan fluktuasi tinggi. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 10.052X – 29.781 dengan koefisien determinasi (R²) 0,5863, yang berarti 58,63% variasi produksi secara langsung dipengaruhi oleh perubahan debit air. Selain itu, tingkat efisiensi energi pembangkit berfluktuasi pada rentang 27,76%–99,89% dengan nilai rata-rata 78,96%. Secara keseluruhan, PLTM Besai Kemu menunjukkan kinerja operasional dan tingkat efisiensi yang tergolong baik sesuai standar.
Copyrights © 2026