Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman dan kesadaran pedagogik guru melalui implementasi awal kurikulum cinta berwawasan pendidikan profetik yang dilakukan secara konseptual dan reflektif. Kegiatan dilaksanakan di MTs Nasyiatus Syubban Tobungan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, dengan melibatkan 18 guru sebagai mitra utama dalam proses pengabdian. Implementasi kurikulum dalam kegiatan ini dipahami sebagai proses awal internalisasi dan pemaknaan nilai-nilai profetik ke dalam kesadaran pedagogik guru, yang dikembangkan melalui dialog, penggalian pengalaman mengajar, dan refleksi bersama, tanpa diarahkan pada pelatihan teknis maupun penyusunan perangkat pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi selama kurang lebih empat jam melalui penyampaian materi konseptual, diskusi partisipatif, dan refleksi pedagogik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru pada dasarnya telah menjalankan praktik pembelajaran yang baik dan memuat nilai-nilai pendidikan. Namun, melalui proses implementasi reflektif ini, guru mulai memaknai kembali nilai-nilai tersebut sebagai kerangka pedagogik yang bersifat lintas pembelajaran. Refleksi pedagogik muncul sebagai hasil penting dari kegiatan ini, khususnya dalam membangun kesadaran peserta terhadap makna relasi pembelajaran yang bersifat humanis. Melalui proses tersebut, peserta mulai memahami bahwa keteladanan pendidik dan penguatan nilai-nilai profetik tidak dapat dipisahkan dari praktik belajar mengajar yang bermakna. Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan ini masih terbatas dari segi waktu dan jangkauan, sehingga dampaknya belum sepenuhnya menyentuh perubahan praktik pembelajaran secara langsung di ruang kelas. Atas dasar itu, diperlukan pendampingan lanjutan yang dirancang secara lebih aplikatif dan berkesinambungan agar inisiatif pengembangan kurikulum cinta yang telah dirintis dapat diimplementasikan secara lebih nyata dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026