Perubahan ekonomi masyarakat nelayan Nagari Amping Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, dari ketergantungan penuh pada perikanan menuju ekonomi berbasis pariwisata pada periode 2010-2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan ekonomi dari sektor perikanan ke pariwisata, respons aktif masyarakat serta karakter dualisme ekonomi antara aktivitas melaut dan kegiatan wisata di Nagari Amping Parak. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahap, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Masalah utama adalah bagaimana masyarakat nelayan yang awalnya beridentitas ekonomi tunggal berbasis perikanan dapat mengembangkan sektor pariwisata secara mandiri, sekaligus mengelola kerentanan ekologis, ekonomi serta praktik eksploitasi telur penyu. Hasil ini menunjukkan terjadinya diversifikasi mata pencaharian nelayan menjadi penyedia jasa wisata bahari, pelaku UMKM kuliner, kerajinan, serta rumah menjadi penginapan berbasis sistem giliran. Pariwisata ekowisata berbasis konservasi penyu dan mangrove. Meningkatnya penghasilan warga dari Rp1,2-1,8 juta menjadi Rp2,0-3,5 juta per bulan. Serta mengubah orientasi masyarakat dari eksploitatif menjadi konservatif terhadap lingkungan. Kesimpulan, transformasi ekonomi di Nagari Amping Parak tidak bersifat pergeseran total dari perikanan ke pariwisata, melainkan terbentuk struktur ekonomi dualistik yang sinergistik. Keberhasilan ini didukung kapasitas kelembagaan lokal berbasis adat, regulasi adat, dan partisipasi aktif masyarakat.
Copyrights © 2026