Kehadiran anak dengan gangguan pendengaran (hearing loss) pasca pemasangan implan koklea membutuhkan intervensi lanjutan, di mana keterlibatan orang tua (parental involvement) menjadi pilar krusial. Penelitian kualitatif fenomenologis ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk, model, serta faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan orang tua pasca pemasangan implan koklea. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tiga partisipan (ibu) yang memiliki anak pengguna implan koklea yang sedang menjalani Auditory Verbal Therapy (AVT). Analisis deskriptif mengacu pada enam dimensi keterlibatan Epstein (2001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua menonjol pada aspek komunikasi dengan terapis, penerapan pembelajaran di rumah, dan kemandirian pengambilan keputusan. Namun, ditemukan adanya hambatan signifikan pada dimensi parenting dan partisipasi komunitas akibat rendahnya efikasi diri (parental self-efficacy) orang tua. Ketakutan melakukan kesalahan, kelelahan emosional, serta kurangnya dukungan sistem berkontribusi pada ketergantungan orang tua terhadap instruksi profesional. Disarankan adanya kolaborasi yang berpusat pada dukungan psikologis dan panduan visual terstruktur guna meningkatkan kepercayaan diri orang tua sebagai ko-terapis di rumah
Copyrights © 2026