Disiplin belajar siswa merupakan prasyarat fundamental bagi keberhasilan akademik yang berkelanjutan, namun pembentukannya tidak dapat berlangsung secara optimal tanpa sinergi antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan model pemberdayaan guru dan orang tua melalui penguatan komunikasi edukatif sebagai strategi peningkatan disiplin belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan dua belas guru dan empat puluh delapan orang tua sebagai ko-peneliti aktif dalam dua siklus intervensi yang terdiri atas tahapan plan, act, observe, dan reflect. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, focus group discussion, catatan lapangan, dan survei. Analisis data dilakukan secara tematik dan reflektif mengikuti siklus PAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi edukatif yang terstruktur, proaktif, dan dialogis berkontribusi signifikan terhadap peningkatan disiplin belajar siswa melalui tiga mekanisme utama: peningkatan kompetensi komunikasi guru sebagai agen perubahan ekosistem belajar, peningkatan keterlibatan orang tua dari pola pasif menuju kemitraan aktif, serta penguatan sinergi antara microsystem sekolah dan keluarga dalam kerangka ekologi perkembangan Bronfenbrenner. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi pemberdayaan yang efektif harus bersifat simultan dan terkoordinasi — membangun kapasitas guru dan orang tua secara bersama dalam satu kerangka komunikasi yang terintegrasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka school-family partnership dengan menekankan kualitas komunikasi sebagai variabel intervening yang menentukan antara keterlibatan orang tua dan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2026