Kesadaran gender di kalangan remaja masih menjadi tantangan penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang lebih setara dan inklusif. Di Kabupaten Majalengka, berbagai bentuk bias gender mulai dari stereotip peran, pembatasan sosial, hingga ketidakpahaman mengenai perbedaan antara gender dan jenis kelamin masih kerap ditemukan dalam aktivitas sehari-hari remaja. Minimnya literasi gender serta kuatnya pengaruh lingkungan sosial dan budaya membuat remaja rentan menyerap pemahaman yang keliru mengenai relasi gender. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang konsep gender, mendorong sikap saling menghargai, serta meminimalkan praktik diskriminatif dalam interaksi sosial remaja. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui metode penyuluhan, diskusi ringan, dan tanya jawab dengan pendekatan edukatif yang dirancang agar mudah dipahami. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi serta kemampuan mengidentifikasi contoh bias gender di lingkungan mereka. Kegiatan ini efektif memberikan pemahaman awal mengenai kesadaran gender dan menjadi langkah awal membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif di Kabupaten Majalengka.
Copyrights © 2026