Walisongo Law Review (Walrev)
Vol. 8 No. 1 (2026)

Victimology and Law Enforcement in Online Loan Jockey Scams

Antony (Universitas Internasional Batam)
John Elvin Louis (Youngsan University)



Article Info

Publish Date
21 Apr 2026

Abstract

The proliferation of offers from perpetrators providing “loan jockey” services exploit the anxiety experienced by online lending borrowers who have defaulted, with the intent of trapping them. This study aims to analyze the relationship between victims and perpetrators, particularly unscrupulous providers of such services, and to propose law enforcement strategies and victim protection measures from a victimological perspective. This research employs a normative juridical (doctrinal) method, utilizing both statutory and conceptual approaches. The findings indicate a close and reciprocal relationship of victimization between perpetrators and victims. Users of “loan jockey” services often not only contribute to the occurrence of criminal acts against themselves but may also accelerate such acts. Efforts to combat the increasing prevalence of these perpetrators through criminal law policy alone are insufficient. Alternative strategies are necessary, including the fulfilment of victims’ rights and obligations through a victimological approach. This approach is expected to enhance legal awareness and foster a sense of responsibility among potential and actual victims to remain vigilant and protect themselves. The study contributes theoretically by developing a digital victimology framework based on the interactive relationship between victims and perpetrators. Practically, it offers victim protection strategies focused on improving legal literacy and risk awareness in the digital space. Ultimately, this research expands the scope of victimology in addressing the evolving nature of crime in the digital era. Maraknya penawaran dari pelaku penyedia jasa joki pinjol memanfaatkan kecemasan yang dialami oleh nasabah pinjol yang telah gagal bayar dengan harapan agar masuk kedalam perangkapnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara korban dan pelaku yakni oknum penyedia jasa joki pinjol serta menggagas strategi penegakan hukum dan perlindungan korban perspektif ilmu viktimologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif doktrinal dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan erat terkait viktimasi yang bersifat timbal balik antara pihak pelaku yakni penyedia jasa joki pinjol maupun pihak korban. Korban dari pengguna jasa joki pinjol seringkali tidak hanya menciptakan terjadinya tindak pidana terhadap dirinya sendiri namun juga mempercepatnya. Sejatinya, pemberantasan terhadap pelaku penyedia jasa joki pinjol yang sedang marak terjadi dengan melalui kebijakan hukum pidana bukan merupakan satu-satunya cara namun juga dapat dilakukan dengan strategi lainnya seperti pemenuhan hak dan kewajiban korban melalui pendekatan ilmu viktimologi kepada calon korban/korban yang diharapkan menumbuhkan pengetahuan hukum serta rasa kewajiban untuk selalu waspada dan melindungi diri. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis melalui pengembangan kerangka viktimologi digital berbasis relasi interaktif korban dan pelaku. Selain itu, secara praktis penelitian ini menawarkan strategi perlindungan korban yang berfokus pada peningkatan literasi hukum dan kesadaran risiko di ruang digital. Dengan demikian, penelitian ini memperluas kajian viktimologi dalam menghadapi perkembangan kejahatan di era digital. Keywords: Online Loan Jockeys; Victims; Victimology.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

walrev

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Walisongo Law Review (Walrev) is a scientific journal published in April and October each year by the Law Studies Program at the Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang. This journal has specifications as a medium of publication and communication of legal science ...