Kesehatan mental menjadi isu penting dalam kehidupan modern yang ditandai dengan meningkatnya tingkat stres dan gangguan psikologis. Dalam konteks ini, meditasi Buddhis menawarkan pendekatan yang bersifat transformatif melalui pengembangan kesadaran dan pemurnian batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran meditasi Buddhis dalam menjaga kesehatan mental serta mengidentifikasi permasalahan dalam penerapannya di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain kajian literatur sistematis sederhana, yang menganalisis teks-teks Buddhis klasik seperti Satipaṭṭhāna Sutta, Visuddhimagga, dan Dhammasaṅgaṇī, serta penelitian ilmiah modern di bidang psikologi dan neurosains. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan mental dalam perspektif Buddhis berkaitan dengan kondisi batin yang terbebas dari kilesa dan berkembang menuju sobhana citta serta keseimbangan batin (upekkhā). Praktik meditasi, khususnya vipassanā, bekerja melalui mekanisme kesadaran yang sistematis yang sejalan dengan temuan neurosains mengenai regulasi emosi dan perubahan struktur otak. Namun demikian, implementasi meditasi dalam konteks modern menghadapi tantangan berupa reduksi makna, pengaruh gaya hidup, serta keterbatasan pemahaman praktis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan integratif yang mampu menggabungkan kedalaman ajaran Buddhis dengan validasi ilmiah modern untuk mendukung kesehatan mental secara komprehensif.
Copyrights © 2026