Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh Bank Sumsel Babel terhadap pendapatan usahatani karet di Kecamatan Lubuk Batang. Penelitian dilakukan terhadap 10 responden petani karet dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah menerima KUR, khususnya terhadap aspek biaya produksi dan pendapatan bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menerima KUR, terjadi peningkatan pendapatan kotor dari Rp 2.700.000 menjadi Rp 3.000.000 per bulan, dan pendapatan bersih meningkat dari Rp 2.300.000 menjadi Rp 2.800.000 per bulan. Selain itu, total biaya produksi per bulan menurun dari Rp 400.000 menjadi Rp 200.000, menunjukkan efisiensi biaya yang signifikan. Hasil analisis menggunakan metode Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan sebelum dan sesudah menerima KUR, dengan nilai Z = -2,803 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,005 < 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian KUR berpengaruh nyata dalam meningkatkan pendapatan usahatani karet. Dengan demikian, KUR berperan penting dalam membantu permodalan, meningkatkan efisiensi biaya, dan mendukung keberlanjutan usaha petani karet di daerah penelitian.
Copyrights © 2026