Septianita Septianita
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Factors Influencing Interest in Buying Ornamental Plants In Indralaya City, Ogan Ilir Regency Mahcfiroh Akbarika; septianita septianita; ema pusvita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.21761

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect the interest in buying ornamental plants in Indralaya City, Ogan Ilir Regency. The main focus of the study was three independent variables, namely ornamental plant prices, consumer income, and taste, which were measured using indicators of preference for flowering and non-flowering plants. The method used is a quantitative approach with logistic regression analysis techniques. Data was collected through a survey with a questionnaire of 40 respondents who were selected purposively. The results of the analysis showed that simultaneously, the three variables (price, income, and taste) had a significant effect on the buying interest of ornamental plants. Partially, the price and income variables had a significant effect on the confidence level of 95% (α = 0.05), while the taste variable had a significant effect on the level of 10% (α = 0.10). The coefficient of determination (Nagelkerke R²) of 36.2% indicates that the model is able to explain the dependent variables quite well. From these results, it can be concluded that price and income are the main factors in the decision to purchase ornamental plants in Indralaya City, while taste still makes a positive contribution. This research provides implications for ornamental plant business actors in formulating marketing strategies based on purchasing power and local consumer preferences. Keywords: buying interest, income, price, ornamental plants, taste
Marketing Strategy of Tengkiang Coffee Shop, Pulau Panggung Village, Semende Darat Laut District, Muara Enim Regency wandri wandri; septianita Septianita; Henny Rosmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.21762

Abstract

This study aims to analyze marketing strategies and factors that affect the success of marketing at Tengkiang Coffee Shop located in Pulau Panggung Village, Semende Darat Laut District, Muara Enim Regency. The research uses a qualitative descriptive approach with survey, interview, observation, and documentation methods. The data is analyzed using the marketing mix concept (7P) as well as a SWOT matrix to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats in marketing management. The results of the study show that the marketing strategy implemented is still conventional, relying on word-of-mouth promotion, without the use of digital media. The main strength of the business lies in the distinctive quality of local coffee, affordable prices, and a friendly and comfortable shop atmosphere. The suggested development strategy is horizontal integration by increasing product innovation, expanding distribution networks, and utilizing digital promotion. This research provides strategic recommendations for MSME actors in the rural culinary sector to strengthen competitiveness through local and digital-based marketing approaches. Keywords: Marketing Strategy, MSMEs, Coffee Shops, 7P Marketing Mix, SWOT
DETERMINAN PENDAPATAN USAHA KULINER MIE ACEH DI PALEMBANG Deflia Mahira Hulwa; septianita Septianita; Endang Lastinawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap kuliner Mie Aceh di Kota Palembang serta menyusun strategi pemasaran yang tepat bagi pelaku UMKM. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui kuesioner terhadap 50 konsumen dan 5 pemilik usaha Mie Aceh. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel harga, kualitas, dan rasa terhadap jumlah pembelian konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai R² sebesar 95,3% mengindikasikan bahwa model regresi sangat baik dalam menjelaskan variabel dependen. Selain itu, analisis SWOT (IFAS dan EFAS) digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran. UMKM Mie Aceh berada pada kuadran I dalam matriks IE, yang berarti strategi pertumbuhan melalui integrasi vertikal sangat disarankan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pemasaran kuliner lokal yang berdaya saing.
ANALISIS PERAN KUR BANK SUMSEL BABEL TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KARET DI KECAMATAN LUBUK BATANG Dita Amellia; Endang Lastinawati; Septianita Septianita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh Bank Sumsel Babel terhadap pendapatan usahatani karet di Kecamatan Lubuk Batang. Penelitian dilakukan terhadap 10 responden petani karet dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah menerima KUR, khususnya terhadap aspek biaya produksi dan pendapatan bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menerima KUR, terjadi peningkatan pendapatan kotor dari Rp 2.700.000 menjadi Rp 3.000.000 per bulan, dan pendapatan bersih meningkat dari Rp 2.300.000 menjadi Rp 2.800.000 per bulan. Selain itu, total biaya produksi per bulan menurun dari Rp 400.000 menjadi Rp 200.000, menunjukkan efisiensi biaya yang signifikan. Hasil analisis menggunakan metode Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan sebelum dan sesudah menerima KUR, dengan nilai Z = -2,803 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,005 < 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian KUR berpengaruh nyata dalam meningkatkan pendapatan usahatani karet. Dengan demikian, KUR berperan penting dalam membantu permodalan, meningkatkan efisiensi biaya, dan mendukung keberlanjutan usaha petani karet di daerah penelitian.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PENDAPATAN BAWANG MERAH DI DESA GUNUNG AGUNG KECAMATAN SEMENDE DARAT TENGAH KABUPATEN MUARA ENIM Indarti Indarti; Ema Pusvita; Septianita Septianita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i2.18674

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. Namun, produksi bawang merah menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan lahan, rendahnya adopsi teknologi, dan terbatasnya modal usaha. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah di desa tersebut, khususnya variabel luas lahan, tenaga kerja, modal, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 30 orang petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lahan (p = 0.000), tenaga kerja (p = 0.040), dan modal (p = 0.008) berpengaruh signifikan terhadap produksi. Sebaliknya, teknologi (p = 0.864) tidak berpengaruh signifikan. Nilai R Square sebesar 1.000 menunjukkan bahwa model dapat menjelaskan seluruh variasi dalam produksi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan lahan, efisiensi tenaga kerja, dan akses terhadap modal untuk meningkatkan produksi bawang merah di daerah pegunungan. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan lahan secara optimal, efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja, serta ketersediaan dan pengelolaan modal usaha merupakan faktor-faktor kunci dalam meningkatkan produksi bawang merah, khususnya di wilayah dataran tinggi. Sementara itu, rendahnya pengaruh teknologi menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas dan aksesibilitas petani terhadap inovasi pertanian agar teknologi dapat berperan lebih efektif dalam peningkatan produktivitas. Dengan demikian, strategi peningkatan produksi di daerah perbukitan perlu difokuskan pada pendekatan berbasis sumber daya lokal yang diperkuat oleh dukungan kebijakan dan pembinaan teknis yang berkelanjutan.Kata kunci: bawang merah, dataran tinggi, lahan, modal, petani, produksi, teknologi