Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dan manajemen pesan yang digunakan dalam kampanye anti kekerasan perempuan di media sosial dengan menggunakan pendekatan analisis framing. Kekerasan terhadap perempuan merupakan isu sosial serius yang terus menjadi perhatian global dan nasional. Di Indonesia berdasarkan data Komnas Perempuan (2023) mencatat lebih dari 457.895 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2022, angka yang menunjukkan urgensi upaya advokasi secara masif. Media sosial telah menjadi platform utama dalam menyebarkan pesan-pesan advokasi kepada khalayak yang lebih luas. Metode yang digunakan adalah analisis framing model Entman yang mencakup empat elemen: definisi masalah (problem definition), interpretasi kausal (causal interpretation), evaluasi moral (moral evaluation), dan rekomendasi penyelesaian (treatment recommendation). Data dikumpulkan melalui observasi sistematis terhadap konten media sosial dari akun-akun kampanye anti kekerasan perempuan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye non-komersial anti kekerasan perempuan di media sosial menggunakan strategi framing struktural-sistemik sebagai bingkai dominan, dengan penekanan pada pembingkaian kekerasan sebagai produk relasi kuasa yang timpang dalam masyarakat patriarkal. Manajemen pesan yang efektif ditandai dengan penggunaan narasi personal, visual yang kuat, konsistensi identitas kampanye, dan ajakan bertindak yang spesifik. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi kampanye sosial yang lebih efektif di era digital.
Copyrights © 2026