Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius. Praktik Mandiri Bidan (PMB) berperan penting dalam peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, dimana mutu pelayanan dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penerapan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan mutu pelayanan PMB di Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 23 bidan PMB Delima dipilih dari populasi 29 bidan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling, sehingga sampel memenuhi batas representatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kekuatan dan peluang yang baik, serta mutu pelayanan berada pada kategori baik (100%). Uji statistik menghasilkan nilai p=0,021 (?0,05) dengan koefisien korelasi r=0,479, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi sedang antara penerapan analisis SWOT dan mutu pelayanan. Penerapan analisis SWOT secara optimal membantu bidan mengidentifikasi faktor kunci internal dan eksternal sehingga strategi peningkatan mutu dapat disusun secara lebih efektif. Dengan demikian, analisis SWOT yang dilakukan secara berkala berpotensi meningkatkan mutu pelayanan kebidanan, memperkuat daya saing PMB, serta mendukung upaya nasional dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi
Copyrights © 2026