Artikel ini bertujuan untuk mengkaji persepsi remaja Muslim terhadap fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di media sosial serta implikasinya terhadap anxiety. Masalah difokuskan pada bagaimana FOMO dialami oleh mahasiswi Muslim dan bagaimana tekanan digital menciptakan konflik dengan nilai-nilai keislaman. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Przybylski et al. (2013) mengenai konstruk FOMO dan perspektif psikologi Islam tentang qana'ah, syukur, dan tawakkal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap dua mahasiswi Muslim berusia 19 tahun yang aktif menggunakan media sosial lebih dari delapan jam per hari, dan dianalisis secara kualitatif menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, FOMO bermanifestasi dalam perilaku kompulsif, gangguan tidur, kecemasan antisipatif, dan perbandingan sosial yang memicu anxiety. Lebih dari itu, FOMO turut mengganggu dimensi spiritual subjek, termasuk kekhusyukan ibadah sholat, sehingga menjadikannya persoalan multidimensional yang menyentuh aspek psikologis, sosial, dan spiritual sekaligus
Copyrights © 2026