Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan layanan financial technology (fintech), khususnya pinjaman online (pinjol) dan paylater di kalangan Generasi Z. Kemudahan akses layanan keuangan digital yang tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai berpotensi menimbulkan perilaku konsumtif, jeratan utang, hingga dampak negatif terhadap jenjang karir di masa depan melalui buruknya riwayat kredit. Kondisi tersebut melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Negeri 16 Samarinda yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bahaya pinjol, pentingnya literasi keuangan, serta kaitannya dengan kesiapan karir Generasi Z. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan sosialisasi interaktif berupa penyampaian materi, diskusi, observasi, kuis edukatif, dan evaluasi menggunakan kuesioner kepada 29 siswa kelas X SMA Negeri 16 Samarinda. Materi yang diberikan meliputi pengenalan fintech, analisis dampak penggunaan pinjol, serta pentingnya literasi keuangan terhadap jenjang karir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko pinjol dan pengelolaan keuangan digital secara bijak. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata skor kuis peserta sebesar 16 dari 19 poin dengan tingkat jawaban benar mencapai 84%. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap materi yang disampaikan memperoleh nilai rata-rata 4,5 pada skala Likert 1–5, yang menunjukkan bahwa materi dinilai jelas, relevan, dan bermanfaat bagi siswa.
Copyrights © 2026