Peningkatan mutu lembaga pendidikan menjadi prioritas utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berkelanjutan. Pengelolaan risiko berbasis syariah menawarkan pendekatan yang sesuai dengan prinsip keislaman, sementara sistem reward dan pemotivasi berperan penting dalam meningkatkan kinerja dan dedikasi karyawan. Namun, kajian terkait integrasi keduanya dalam konteks lembaga pendidikan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran integrasi manajemen risiko syariah dengan sistem reward dan pemotivasi dalam meningkatkan mutu lembaga pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melakukan wawancara mendalam dengan 15 tenaga pengajar, manajer, dan kepala lembaga pendidikan yang menerapkan manajemen risiko syariah dan sistem reward. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi hubungan dan pengaruh integrasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi manajemen risiko syariah dengan sistem reward dan pemotivasi mampu meningkatkan kesadaran dan kompetensi tenaga pendidik dalam mengelola risiko secara islami. Selain itu, sistem reward yang adil dan sesuai prinsip syariah meningkatkan motivasi kerja dan kualitas pelayanan pendidikan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan mutu lembaga. Integrasi manajemen risiko syariah dengan sistem reward dan pemotivasi merupakan strategi efektif untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan. Diperlukan pengembangan kebijakan yang mendukung penerapan kedua aspek tersebut secara terpadu demi keberlanjutan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Copyrights © 2024