Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ETHICS AND SECURITY IN ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND MACHINE LEARNING: CURRENT PERSPECTIVES IN COMPUTING Loso Judijanto; Alim Hardiansyah; Opan Arifudin
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 7 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of artificial intelligence (AI) and machine learning (ML) continues to show significant development and make a huge impact in various fields, from industry to daily life. However, these technological advancements also come with ethical and security challenges that cannot be ignored. This article explores crucial issues related to data privacy, bias in AI systems, and potential security threats that can arise from the use of AI and ML. From an advanced computing perspective, a comprehensive and collaborative approach between developers, users, and regulators is needed to ensure that the benefits of AI and ML can be optimised without compromising ethical and security standards. This research underscores the importance of developing robust security policies and technologies, as well as implementing methods to reduce bias and protect data privacy to support fair, responsible and safe use of AI.
EDUCATION ADMINISTRATION REFORM: A CASE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF THE MERDEKA CURRICULUM Arkam Lahiya; Opan Arifudin; Tiara Fathulmila Matiala
INJOSEDU: International Journal of Social and Education Vol. 2 No. 3 (2025): MARCH
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of Merdeka Curriculum in Indonesia represents an important effort in reforming education administration to improve learning quality. This research highlights curriculum flexibility as key in building a learning environment that is more adaptive and responsive to students' needs. The freedom for educators to customise teaching materials and methods facilitates more relevant and contextualised learning. However, significant challenges remain, including limited infrastructure and educator readiness. The results of this study emphasise the need for ongoing support and training for teachers for the reforms to be effective. Ultimately, Merdeka Curriculum has the potential to be a catalyst for positive change if supported by adequate management and resources.
UPAYA MENINGKATKAN KINERJA DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DENGAN INTEGRASI NILAI-NILAI SYARIAH MELALUI PERAN KONSELOR Opan Arifudin; Siti Fazriah; Ulfah Ulfah; Ika Kartika
Jurnal Perbankan Syariah Indonesia (JPSI) Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jpsi.v4i2.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja karyawan melalui penerapan nilai-nilai syariah yang diintegrasikan oleh peran konselor di lingkungan organisasi berbasis syariah. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengalaman, persepsi, dan strategi yang diterapkan oleh konselor dalam membangun lingkungan kerja yang Islami dan harmonis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di sejumlah organisasi yang menerapkan prinsip syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konselor dalam mengintegrasikan nilai-nilai syariah seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan sabar mampu meningkatkan motivasi, loyalitas, serta rasa puas karyawan terhadap pekerjaannya. Implementasi nilai-nilai tersebut melalui pendekatan konseling yang etis dan penuh empati mampu memperkuat iklim kerja yang positif, meningkatkan kinerja individu, dan memperkokoh solidaritas antar karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa peran konselor sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja Islami yang mendukung peningkatan kinerja dan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan konselor berbasis nilai-nilai syariah sebagai strategi strategis perusahaan untuk mencapai keberhasilan organisasi yang berintegritas dan produktif.
PERAN EVALUASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN Siti Fazriah; Opan Arifudin; Ika Kartika
Jurnal Perbankan Syariah Indonesia (JPSI) Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jpsi.v3i1.298

Abstract

Keberhasilan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) berbasis Syariah tidak hanya ditentukan oleh bagaimana karyawan direkrut atau dilatih, tetapi juga bagaimana kinerja mereka dinilai dan diawasi. Evaluasi kerja konvensional terkadang memicu tekanan mental dan persaingan tidak sehat karena hanya fokus pada target angka. Sebaliknya, evaluasi MSDM berbasis Syariah mengutamakan prinsip keadilan ('Adl), keterbukaan, serta keseimbangan antara aspek material dan spiritual (dunia-akhirat). Namun, dinamika bagaimana proses evaluasi religius ini mampu mendongkrak produktivitas secara nyata di lapangan masih perlu dieksplorasi lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran serta mekanisme evaluasi MSDM berbasis Syariah dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan di PT Janitra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak evaluator (manajemen/HRD) dan karyawan yang dievaluasi, observasi terhadap proses penilaian kinerja, serta analisis dokumen format evaluasi tahunan perusahaan. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evaluasi MSDM berbasis Syariah diterapkan melalui prinsip muhasabah (introspeksi diri), pengawasan melekat berbasis kesadaran ketuhanan (muraqabah), dan umpan balik yang disampaikan secara santun (fastabiqul khairat). Karyawan tidak merasa dihakimi, melainkan dibimbing untuk memperbaiki diri. Dampaknya, evaluasi ini mampu mengurangi kecemasan kerja, membangun budaya jujur, dan meningkatkan motivasi intrinsik karena kerja dinilai sebagai ibadah. Rasa adil dalam penilaian berbasis kompetensi dan akhlak ini terbukti linear dengan peningkatan efisiensi kerja, penurunan tingkat kesalahan, dan peningkatan produktivitas karyawan secara berkelanjutan.