Keberhasilan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) berbasis Syariah tidak hanya ditentukan oleh bagaimana karyawan direkrut atau dilatih, tetapi juga bagaimana kinerja mereka dinilai dan diawasi. Evaluasi kerja konvensional terkadang memicu tekanan mental dan persaingan tidak sehat karena hanya fokus pada target angka. Sebaliknya, evaluasi MSDM berbasis Syariah mengutamakan prinsip keadilan ('Adl), keterbukaan, serta keseimbangan antara aspek material dan spiritual (dunia-akhirat). Namun, dinamika bagaimana proses evaluasi religius ini mampu mendongkrak produktivitas secara nyata di lapangan masih perlu dieksplorasi lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran serta mekanisme evaluasi MSDM berbasis Syariah dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan di PT Janitra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak evaluator (manajemen/HRD) dan karyawan yang dievaluasi, observasi terhadap proses penilaian kinerja, serta analisis dokumen format evaluasi tahunan perusahaan. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evaluasi MSDM berbasis Syariah diterapkan melalui prinsip muhasabah (introspeksi diri), pengawasan melekat berbasis kesadaran ketuhanan (muraqabah), dan umpan balik yang disampaikan secara santun (fastabiqul khairat). Karyawan tidak merasa dihakimi, melainkan dibimbing untuk memperbaiki diri. Dampaknya, evaluasi ini mampu mengurangi kecemasan kerja, membangun budaya jujur, dan meningkatkan motivasi intrinsik karena kerja dinilai sebagai ibadah. Rasa adil dalam penilaian berbasis kompetensi dan akhlak ini terbukti linear dengan peningkatan efisiensi kerja, penurunan tingkat kesalahan, dan peningkatan produktivitas karyawan secara berkelanjutan.