Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keberagaman yang tinggi dalam aspek agama, suku, budaya, dan bahasa. Kondisi ini dapat menjadi kekuatan sosial, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teologi perdamaian dalam lima agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, serta mengidentifikasi model dialog antaragama yang relevan dalam masyarakat majemuk di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara terhadap tokoh agama dan studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh agama memiliki nilai-nilai teologis yang mendukung perdamaian, seperti kasih, pengampunan, keadilan, belas kasih, toleransi, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pengendalian diri. Penelitian juga menemukan bahwa konflik yang terjadi dalam masyarakat majemuk umumnya tidak bersumber dari ajaran agama itu sendiri, melainkan dipengaruhi oleh prasangka, fanatisme, kesalahpahaman, kesenjangan sosial, serta kepentingan politik tertentu. Selain itu, dialog antaragama dipandang sebagai model yang efektif untuk membangun saling pengertian, memperkuat kerja sama sosial, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Dengan demikian, teologi perdamaian dan dialog antaragama memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan dan kehidupan harmonis di Indonesia.
Copyrights © 2026