Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi aksara Bali pada siswa di SD N 6 Panjer, yang disebabkan oleh keterbatasan metode pembelajaran yang masih konvensional serta kurangnya media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Kondisi ini berdampak pada rendahnya pemahaman siswa terhadap bentuk, bunyi, dan penggunaan aksara Bali dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan media pembelajaran MONOAKSI berbasis Augmented Reality (AR) untuk mengoptimalkan literasi aksara Bali siswa. Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III dan IV di SD N 6 Panjer. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MONOAKSI mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap aksara Bali melalui visualisasi interaktif dan permainan edukatif. Selain itu, media ini juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kesimpulannya, MONOAKSI efektif sebagai media pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar dan mampu meningkatkan literasi aksara Bali secara optimal.
Copyrights © 2026