Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh satua Bali “PEDANDA BAKA” terhadap pengembangan karakter jujur pada siswa kelas I–III Sekolah Dasar di Denpasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya fenomena ketidakjujuran pada anak usia sekolah dasar, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan karakter yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pre-test dan post-test control group design. Sampel terdiri dari 60 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen diberikan pembelajaran berbasis satua Bali “PEDANDA BAKA” melalui penceritaan lisan, animasi digital, diskusi moral, role-play, dan refleksi, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran tematik biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada karakter jujur siswa setelah diberikan perlakuan berbasis satua Bali, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai kejujuran siswa pada kelompok eksperimen meningkat secara lebih tinggi, terutama pada indikator tidak berbohong dan mengakui kesalahan. Selain itu, media animasi digital meningkatkan keterlibatan siswa, meskipun kedalaman internalisasi nilai tidak berbeda signifikan dengan metode lisan. Dengan demikian, satua Bali “PEDANDA BAKA” terbukti efektif sebagai media pendidikan karakter jujur di sekolah dasar dan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran tematik Kurikulum Merdeka berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026