Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan dan meningkatkan kualitas produksi batu bata pada UMKM XYZ di Aceh Besar dengan menggunakan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data yang digunakan berupa data produksi dan jumlah cacat selama periode Januari 2025 hingga Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat cacat rata-rata sebesar 3,83% dengan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) berkisar antara 9.422–9.865 dan level sigma sebesar 3,84, yang menunjukkan bahwa kapabilitas proses masih berada pada tingkat menengah. Analisis menggunakan diagram fishbone mengidentifikasi bahwa penyebab utama cacat berasal dari faktor metode, manusia, material, dan mesin. Jenis cacat dominan yang ditemukan meliputi retak, patah, cacat bentuk, dan gosong. Usulan perbaikan difokuskan pada penyusunan dan penerapan SOP, peningkatan kualitas bahan baku, pelatihan tenaga kerja, serta perawatan dan kalibrasi mesin. Tahap control dilakukan untuk memastikan perbaikan berjalan secara konsisten melalui pengawasan dan evaluasi berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Six Sigma efektif dalam mengidentifikasi penyebab cacat dan memberikan dasar perbaikan kualitas proses produksi.
Copyrights © 2026