ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk ketidaklangsungan ekspresi serta pemaknaan dalam narasi pengiring Tari Keling Ponorogo dengan menggunakan pendekatan semiotika Michael Riffaterre. Data penelitian berupa teks narasi pengiring Tari Keling dan hasil wawancara dengan informan yang telah memahami kesenian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi pengiring Tari Keling mengandung bentuk ketidaklangsungan ekspresi yang meliputi penggantian makna (displacing), penyimpangan makna (distorting), dan penciptaan makna (creating of meaning). Ketiga bentuk tersebut menunjukkan bahwa makna dalam narasi tidak disampaikan secara langsung, melainkan melalui sistem tanda yang memerlukan proses penafsiran. Selain itu, melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik, ditemukan bahwa makna dalam narasi tidak hanya bersifat literal, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kehidupan, kepercayaan, dan budaya masyarakat yang berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat setempat. Dengan demikian, narasi pengiring Tari Keling tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari pertunjukan, tetapi juga sebagai media yang merepresentasikan sistem makna yang hidup dan diwariskan dalam masyarakat. KATA KUNCI: ketidaklangsungan ekspresi; Riffeterre; semiotika; Tari Keling > INDIRECT EXPRESSION AND HERMENEUTIC MEANING IN THE NARRATIVE ACCOMPANIMENT OF KELING DANCE ABSTRACT: This study aims to examine the forms of indirect expression and meaning construction in the narrative of the Keling Dance accompaniment in Ponorogo using Michael Riffaterre’s semiotic approach. The data consist of the narrative text of the Keling Dance accompaniment and interview results with informants who are familiar with the performance. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. The findings reveal that the narrative contains forms of indirect expression, including displacing, distorting, and creating of meaning. These forms indicate that meaning is not conveyed directly, but through a system of signs that requires interpretation. Furthermore, through heuristic and hermeneutic readings, it is found that the meaning is not only literal but also reflects values of life, belief, and culture within the community that develop in the social life of the local society. Therefore, the narrative of the Keling Dance serves not only as a part of the performance but also as a medium that represents the system of meaning preserved and transmitted within society. KEYWORDS: indirect expression; Riffaterre; semiotics; Keling Dance
Copyrights © 2026