ABSTRAK: Penelitian ini membahas reduplikasi dalam Bahasa Melayu Riau dialek Desa Kota Baru Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi serta makna reduplikasi yang digunakan oleh masyarakat penutur asli Bahasa Melayu Riau dialek Desa Kota Baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa ujaran lisan yang mengandung reduplikasi dan diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, teknik pancing, serta pencatatan lapangan terhadap tiga orang penutur asli. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 68 data reduplikasi yang terdiri atas empat bentuk reduplikasi, yaitu reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi berafiks, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Selain itu, ditemukan sebelas makna reduplikasi, yaitu menyatakan makna banyak, tak bersyarat, menyerupai, perbuatan berulang-ulang, perbuatan yang dilakukan dengan seenaknya, makna saling antara dua pihak, hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, makna agak, tingkat paling tinggi, intensitas perasaan, dan makna semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi dalam Bahasa Melayu Riau dialek Desa Kota Baru memiliki bentuk dan makna yang beragam serta masih digunakan secara aktif dalam komunikasi masyarakat sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian morfologi, khususnya mengenai reduplikasi dalam Bahasa Melayu Riau, serta menjadi salah satu upaya pelestarian bahasa daerah. KATA KUNCI: reduplikasi; morfologi; bahasa Melayu Riau; dialek; makna reduplikasi > REDUPLICATION IN THE RIAU MALAY LANGUAGE, KOTA BARU VILLAGE, RAKIT KULIM SUBDISTRICT ABSTRACT: This research discusses reduplication in the Riau Malay language, Desa Kota Baru dialect, Rakit Kulim District, Indragiri Hulu Regency. This study aims to describe the forms of reduplication as well as the meanings of reduplication used by the native speakers of Riau Malay in the Desa Kota Baru dialect. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The research data consisted of oral utterances containing reduplication and were obtained through observation techniques, interviews, elicitation techniques, and field notes from three native speakers. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study, 68 instances of reduplication were found, consisting of four types of reduplication, namely full reduplication, partial reduplication, affixed reduplication, and reduplication with phoneme changes. In addition, eleven meanings of reduplication were found, namely indicating plurality, unconditionality, resemblance, repeated actions, actions done carelessly, reciprocal meaning between two parties, things related to work, approximate meaning, the highest degree, intensity of feelings, and pseudo meaning. The research results show that reduplication in the Riau Malay language of the Kota Baru Village dialect has diverse forms and meanings and is still actively used in daily community communication. This study is expected to enrich morphological studies, particularly regarding reduplication in Riau Malay, and to be one of the efforts in preserving local languages. KEYWORDS: reduplication; morphology; Riau Malay language; dialect; meaning of reduplication
Copyrights © 2026