Penelitian ini bertujuan untuk mengeskalasi kompetensi motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon melalui implementasi media pargelaran adonan tepung terigu. Problematika utama yang melandasi studi ini adalah rendahnya koordinasi visual-motorik serta rigiditas otot-otot digital pada 80% populasi target, yang diidentifikasi sebagai dampak dari minimnya stimulasi berbasis media pembelajaran yang variatif. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model desain Kemmis dan McTaggart, yang mengintegrasikan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi secara sirkuler dalam dua siklus. Subjek penelitian melibatkan 10 peserta didik usia dini. Teknik pengumpulan data komprehensif dilakukan melalui metode observasi terstruktur, wawancara mendalam, serta dokumentasi autentik. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikansi yang substansial pada kapabilitas motorik halus anak. Pada siklus I, persentase ketuntasan perkembangan anak hanya mencapai 50%, di mana mayoritas subjek masih mengindikasikan ketergantungan yang tinggi terhadap interferensi guru dalam aktivitas meremas, memilin, dan mentransformasi adonan. Pasca-rekonstruksi tindakan pada siklus II, akumulasi capaian melonjak drastis hingga menyentuh angka 90%. Pada fase ini, peserta didik telah mengonstruksi kemandirian dalam memanipulasi adonan secara kreatif, yang merepresentasikan kematangan fleksibilitas otot-otot intrinsik tangan serta sinkronisasi koordinasi mata-tangan yang lebih optimal. Konklusi penelitian ini menegaskan bahwa utilisasi media adonan tepung terigu secara efektif dapat memediasi akselerasi kemampuan motorik halus anak usia dini melalui pendekatan yang konstruktif.
Copyrights © 2026