Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Kelompok A di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon Yunita H. Sinulakon; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat; Refien Khouni S. Rawung
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.220

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak Kelompok A di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon. Dari 10 anak, hanya 20% yang memiliki kemampuan motorik halus yang baik, sementara 80% lainnya mengalami kesulitan dalam tugas-tugas dasar seperti memegang pensil, menyusun balok, dan menggunting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan finger painting dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 10 anak kelompok A yang berusia 4-5 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Pada siklus I, persentase ketuntasan mencapai 60% (6 anak kategori Berkembang Sesuai Harapan), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 100% (2 anak BSH dan 8 anak Berkembang Sangat Baik), sehingga melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 85%. Simpulan penelitian ini adalah bahwa kegiatan finger painting dengan model PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Penerapan Media Bermain Adonan Tepung Terigu untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon Resti Olivia Putri Unga; Fera Luicia Tampi; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeskalasi kompetensi motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon melalui implementasi media pargelaran adonan tepung terigu. Problematika utama yang melandasi studi ini adalah rendahnya koordinasi visual-motorik serta rigiditas otot-otot digital pada 80% populasi target, yang diidentifikasi sebagai dampak dari minimnya stimulasi berbasis media pembelajaran yang variatif. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model desain Kemmis dan McTaggart, yang mengintegrasikan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi secara sirkuler dalam dua siklus. Subjek penelitian melibatkan 10 peserta didik usia dini. Teknik pengumpulan data komprehensif dilakukan melalui metode observasi terstruktur, wawancara mendalam, serta dokumentasi autentik. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikansi yang substansial pada kapabilitas motorik halus anak. Pada siklus I, persentase ketuntasan perkembangan anak hanya mencapai 50%, di mana mayoritas subjek masih mengindikasikan ketergantungan yang tinggi terhadap interferensi guru dalam aktivitas meremas, memilin, dan mentransformasi adonan. Pasca-rekonstruksi tindakan pada siklus II, akumulasi capaian melonjak drastis hingga menyentuh angka 90%. Pada fase ini, peserta didik telah mengonstruksi kemandirian dalam memanipulasi adonan secara kreatif, yang merepresentasikan kematangan fleksibilitas otot-otot intrinsik tangan serta sinkronisasi koordinasi mata-tangan yang lebih optimal. Konklusi penelitian ini menegaskan bahwa utilisasi media adonan tepung terigu secara efektif dapat memediasi akselerasi kemampuan motorik halus anak usia dini melalui pendekatan yang konstruktif.
Penggunaan Video Animasi dalam Meningkatkan Kemampuan Mengingat Bentuk dan Urutan Huruf pada Anak Kelompok di Taman Kanak-Kanak Imanuel Walian Ina Ayu Anjeli Mesah; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat; Sofyan Amu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.289

Abstract

Kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Imanuel Walian masih relatif rendah atau kurang. Permasalahan ini disebabkan oleh pembelajaran yang monoton dan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak kelompok B dengan jumlah 12 anak melalui penggunaan video animasi yang dipadukan dengan media kartu huruf. Jenis penelitian ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan melalui empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian pada siklus I, kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf melalui menonton video animasi dan bermain kartu huruf mencapai 58%, sedangkan pada siklus II, kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf melalui media tersebut mencapai 100%. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kemampuan anak dalam mengingat bentuk dan urutan huruf A-Z. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi video animasi dan media kartu huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dihentikan pada siklus II karena sudah memenuhi kriteria indikator keberhasilan.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf A-Z pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media Kotak Huruf di TK Katolik Sta. Theresia Taratara Febrianty J. Sumeba; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat; Mario Erick Wantah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal huruf A–Z pada anak usia 5–6 tahun dengan menggunakan media kotak huruf di TK Katolik Sta. Theresia Taratara. Yang mendasari penelitian ini adalah masih kurangnya kemampuan anak dalam mengenal huruf sehingga diperlukan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar anak lebih mudah memahami huruf. Media kotak huruf dipakai sebagai alat bantu kegiatan belajar yang dapat digunakan anak belajar mengenal huruf lewat aktivitas bermain sambil belajar dengan aktif. Metode penelitian yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Peserta penelitian berjumlah 12 anak usia 5–6 tahun di TK Katolik Sta. Theresia Taratara. Cara pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan dokumentasi selama kegiatan belajar berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media kotak huruf bisa meningkatkan kemampuan mengenal huruf A–Z pada anak. Pada Siklus I, jumlah anak yang mencapai kategori keberhasilan sebanyak 8 anak atau 67%, sedangkan pada Siklus II seluruh anak mencapai kategori keberhasilan dengan persentase 100%. Dari hasil penelitian tersebut,dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kotak huruf mampu meningkatkan kemampuan mengenal huruf A–Z pada anak usia 5–6 tahun.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Kelompok A di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon Yunita H. Sinulakon; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat; Refien Khouni S. Rawung
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.220

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak Kelompok A di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon. Dari 10 anak, hanya 20% yang memiliki kemampuan motorik halus yang baik, sementara 80% lainnya mengalami kesulitan dalam tugas-tugas dasar seperti memegang pensil, menyusun balok, dan menggunting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan finger painting dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 10 anak kelompok A yang berusia 4-5 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Pada siklus I, persentase ketuntasan mencapai 60% (6 anak kategori Berkembang Sesuai Harapan), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 100% (2 anak BSH dan 8 anak Berkembang Sangat Baik), sehingga melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 85%. Simpulan penelitian ini adalah bahwa kegiatan finger painting dengan model PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Penerapan Media Bermain Adonan Tepung Terigu untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon Resti Olivia Putri Unga; Fera Luicia Tampi; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeskalasi kompetensi motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Cahaya Mutiara Kasih Tomohon melalui implementasi media pargelaran adonan tepung terigu. Problematika utama yang melandasi studi ini adalah rendahnya koordinasi visual-motorik serta rigiditas otot-otot digital pada 80% populasi target, yang diidentifikasi sebagai dampak dari minimnya stimulasi berbasis media pembelajaran yang variatif. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model desain Kemmis dan McTaggart, yang mengintegrasikan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi secara sirkuler dalam dua siklus. Subjek penelitian melibatkan 10 peserta didik usia dini. Teknik pengumpulan data komprehensif dilakukan melalui metode observasi terstruktur, wawancara mendalam, serta dokumentasi autentik. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikansi yang substansial pada kapabilitas motorik halus anak. Pada siklus I, persentase ketuntasan perkembangan anak hanya mencapai 50%, di mana mayoritas subjek masih mengindikasikan ketergantungan yang tinggi terhadap interferensi guru dalam aktivitas meremas, memilin, dan mentransformasi adonan. Pasca-rekonstruksi tindakan pada siklus II, akumulasi capaian melonjak drastis hingga menyentuh angka 90%. Pada fase ini, peserta didik telah mengonstruksi kemandirian dalam memanipulasi adonan secara kreatif, yang merepresentasikan kematangan fleksibilitas otot-otot intrinsik tangan serta sinkronisasi koordinasi mata-tangan yang lebih optimal. Konklusi penelitian ini menegaskan bahwa utilisasi media adonan tepung terigu secara efektif dapat memediasi akselerasi kemampuan motorik halus anak usia dini melalui pendekatan yang konstruktif.
Penggunaan Video Animasi dalam Meningkatkan Kemampuan Mengingat Bentuk dan Urutan Huruf pada Anak Kelompok di Taman Kanak-Kanak Imanuel Walian Ina Ayu Anjeli Mesah; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat; Sofyan Amu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.289

Abstract

Kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Imanuel Walian masih relatif rendah atau kurang. Permasalahan ini disebabkan oleh pembelajaran yang monoton dan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak kelompok B dengan jumlah 12 anak melalui penggunaan video animasi yang dipadukan dengan media kartu huruf. Jenis penelitian ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan melalui empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian pada siklus I, kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf melalui menonton video animasi dan bermain kartu huruf mencapai 58%, sedangkan pada siklus II, kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf melalui media tersebut mencapai 100%. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kemampuan anak dalam mengingat bentuk dan urutan huruf A-Z. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi video animasi dan media kartu huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dihentikan pada siklus II karena sudah memenuhi kriteria indikator keberhasilan.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf A-Z pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media Kotak Huruf di TK Katolik Sta. Theresia Taratara Febrianty J. Sumeba; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat; Mario Erick Wantah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal huruf A–Z pada anak usia 5–6 tahun dengan menggunakan media kotak huruf di TK Katolik Sta. Theresia Taratara. Yang mendasari penelitian ini adalah masih kurangnya kemampuan anak dalam mengenal huruf sehingga diperlukan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar anak lebih mudah memahami huruf. Media kotak huruf dipakai sebagai alat bantu kegiatan belajar yang dapat digunakan anak belajar mengenal huruf lewat aktivitas bermain sambil belajar dengan aktif. Metode penelitian yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Peserta penelitian berjumlah 12 anak usia 5–6 tahun di TK Katolik Sta. Theresia Taratara. Cara pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan dokumentasi selama kegiatan belajar berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media kotak huruf bisa meningkatkan kemampuan mengenal huruf A–Z pada anak. Pada Siklus I, jumlah anak yang mencapai kategori keberhasilan sebanyak 8 anak atau 67%, sedangkan pada Siklus II seluruh anak mencapai kategori keberhasilan dengan persentase 100%. Dari hasil penelitian tersebut,dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kotak huruf mampu meningkatkan kemampuan mengenal huruf A–Z pada anak usia 5–6 tahun.