Jurnal Eksakta Kebumian
Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)

PENGARUH PENAMBAHAN ADDITIVE KULIT ARI KACANG KEDELAI TERHADAP FILTRATION LOSS PADA WATERBASED MUD DI TEMPERATUR 200℉: Effect of Soybean Hull Additive on the Filtration Loss of Waterbased Drilling Mud at 200℉

Rifky Saputra (Unknown)
Apriandi Rizkina Rangga Wastu (Unknown)
Marmora Titi Malinda (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 May 2026

Abstract

ABSTRAK Komposisi serta sifat fisik lumpur pemboran merupakan parameter penting yang sangat memengaruhi keberhasilan dan efisiensi dalam operasi pemboran. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian terhadap filtration loss, mud cake dan pH di laboratorium dengan menggunakan data lumpur pemboran yang telah digunakan pada sumur BL lapangan BCK. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui apakah kulit ari kacang kedelai dapat digunakan sebagai additive lumpur pemboran untuk mencegah terjadinya kehilangan fasa cair pada lumpur pemboran di temperatur 200℉ . Penelitian diawali dengan menghaluskan kulit ari kacang kedelai dengan menggunakan food processor hingga menjadi bubuk. Setelah menjadi bubuk, kulit ari kacang kedelai akan dijadikan objek penelitian yang akan digunakan untuk membuat sampel dengan komposisi 0, 2, 4, 6, dan 8 gram. Kemudian dilakukan pengujian terhadap, filtration loss, mud cake dan pH. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil sebagai berikut, nilai filtration loss yang didapatkan sebesar 19 – 10 ml, kemudian untuk nilai mud cake yang didapatkan sebesar 8 – 4 mm, dan pH yang didapatkan bernilai 9 pada seluruh sampel yang telah diuji. Perubahan nilai filtration loss, mud cake dan pH tersebut dipengaruhi oleh kandungan selulosa sebesar 54% pada kulit ari kacang kedelai, dimana selulosa tersebut akan membentuk ikatan antar molekul yang dapat mencegah terjadinya kehilangan fasa cair pada lumpur pemboran serta mempengaruhi tebalnya mud cake yang terbentuk. Berdasarkan data rekomendasi lumpur sumur BL lapangan BCK sampel 8 gram merupakan sampel yang paling sesuai dan dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai lumpur pemboran. ABSTRACT The composition and physical properties of drilling mud are critical parameters that significantly impact the success and efficiency of drilling operations. This study focuses on evaluating the filtration loss, mud cake thickness, and pH of drilling mud using data from the BL well in the BCK field. The research aimed to determine whether soybean seed coat can be utilized as an additive to reduce fluid phase loss in drilling mud at a temperature of 200℉. The study began by grinding the soybean seed coat into a fine powder using a food processor. The powdered material was then used to prepare drilling mud samples with additive concentrations of 0, 2, 4, 6, and 8 grams. Laboratory tests were conducted to analyze filtration loss, mud cake thickness, and pH. The results showed that filtration loss ranged from 19 - 10 mL, mud cake thickness from 8 - 4 mm, and pH remained stable at 9 across all samples. These changes were influenced by the 54% cellulose content in the soybean seed coat, which contributes to molecular bonding that helps minimize fluid loss and affects the thickness of the mud cake. Based on the recommended mud properties for the BL well, the 8-gram sample demonstrated the most optimal performance and is considered suitable for use in drilling mud formulations.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jek

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Energy Materials Science & Nanotechnology

Description

Merupakan wadah untuk mempublikasikan karya tulis Teknik Perminyakan, Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan. Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan diharapkan dapat menjadi referensi perkembangan teknologi ...