Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Perubahan Luas Laguna di Pantai Samas, Kabupaten Bantul dengan Menggunakan Citra Satelit Landsat Multi-temporal Saputra, Rifky; Subardjo, Petrus; ADS, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.221 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3130

Abstract

Samas beach lagoon is a unique and rare ecosystem, as well as being an area of tourism. One of the great river that empties into the Laguna Samas carry sediment material which will further lead to changes in the shape of land in the area. One impact of the change in shape in the area is the ever-expanding or narrowing of the land caused by the process of sedimentation. Sedimentation process is rapid and continuous this will damage the ecosystem Laguna Samas. To overcome this need to be monitoring the events that lead to environmental degradation. This activity is necessary to obtain accurate data and information and the actual on coastal and marine issues being faced today. The method used in this research is descriptive method, which is a study to create a picture of the situation or event that researched and studied in a limited time and place, to get an idea of the situation or conditions locally. In addition, this study also uses remote sensing techniques (visual interpretation using screen digitalizing techniques and field surveys). The material used in this study are Landsat images. Within 15 years, Laguna Samas and extensive changes shape significantly. Vast changes that have occurred in the lagoon research in the period between 1994 to 2001 had an area of 45.53 ha of erosion and accretion area of 13.58 ha. Changes vast lagoon in 2001 to 2005 was eroded area of 58.86 ha and 36.39 ha area accretion. And extensive changes in the lagoon in 2005 to 2011 had an area of 28.07 ha of erosion and accretion area of 58.38 ha. So, in 1994 until 2005, it had added vast lagoon waters, and in 2005 to 2011 extensive shrinkage or constriction waters. These results were obtained from the Landsat 5 satellite imagery overlay TM in 1994, Landsat 7 ETM 2001, Landsat 7 ETM 2005 and Landsat 7 ETM in 2011.
Pengaruh Kualistas Layanan terhadap Kepuasan Nasabah pada Bank Sulteng Cabang Palu: The Influence of Service Quality on Customer Satisfaction at Bank Sulteng, Palu Branch Rifky Saputra; Nirmala Dewi; Dwi Wahyono
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, jaminan, empati dan daya tanggap secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah pada Bank Sulteng Cabang Palu. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deksriptif dan verifikatif dan jenis data yang digunakan data yang bersifat kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner dan studi Pustaka. Adapun metode statistic yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS For Windows Versi 16.0. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, maka dapat disimpulkan bahwa: pengawasan dan kepuasan berpengaruh signifikan terhadap kinerja nilai kpefisien kolerasi (Multiper R) adalah sebesar 0,991. artinya bahwa Tingkat keeratan hunungan kualitas layanan yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, jaminan, empati dan daya tanggap terhadap kepuasan nasabah pada Bank Sulteng Cabang Palu adalah sebesar 99,1%. Nilai Adjusted R adalah sebesar 0,982 yang berarti bahwa besarnya besarnya pengaruh bukti fisik, keandalan, jaminan, empati dan daya tanggap secara simultan terhadap variabel kepuasan nasabah pada Bank Sulteng Cabang Palu adalah sebesar 98,2%. Sedangkan sisanya 1,8% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi penelitian ini, store atmosfer, Lokasi, bauran promosi dan sebagainya.
PENGARUH PENAMBAHAN ADDITIVE KULIT ARI KACANG KEDELAI TERHADAP FILTRATION LOSS PADA WATERBASED MUD DI TEMPERATUR 200℉: Effect of Soybean Hull Additive on the Filtration Loss of Waterbased Drilling Mud at 200℉ Rifky Saputra; Apriandi Rizkina Rangga Wastu; Marmora Titi Malinda
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

ABSTRAK Komposisi serta sifat fisik lumpur pemboran merupakan parameter penting yang sangat memengaruhi keberhasilan dan efisiensi dalam operasi pemboran. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian terhadap filtration loss, mud cake dan pH di laboratorium dengan menggunakan data lumpur pemboran yang telah digunakan pada sumur BL lapangan BCK. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui apakah kulit ari kacang kedelai dapat digunakan sebagai additive lumpur pemboran untuk mencegah terjadinya kehilangan fasa cair pada lumpur pemboran di temperatur 200℉ . Penelitian diawali dengan menghaluskan kulit ari kacang kedelai dengan menggunakan food processor hingga menjadi bubuk. Setelah menjadi bubuk, kulit ari kacang kedelai akan dijadikan objek penelitian yang akan digunakan untuk membuat sampel dengan komposisi 0, 2, 4, 6, dan 8 gram. Kemudian dilakukan pengujian terhadap, filtration loss, mud cake dan pH. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil sebagai berikut, nilai filtration loss yang didapatkan sebesar 19 – 10 ml, kemudian untuk nilai mud cake yang didapatkan sebesar 8 – 4 mm, dan pH yang didapatkan bernilai 9 pada seluruh sampel yang telah diuji. Perubahan nilai filtration loss, mud cake dan pH tersebut dipengaruhi oleh kandungan selulosa sebesar 54% pada kulit ari kacang kedelai, dimana selulosa tersebut akan membentuk ikatan antar molekul yang dapat mencegah terjadinya kehilangan fasa cair pada lumpur pemboran serta mempengaruhi tebalnya mud cake yang terbentuk. Berdasarkan data rekomendasi lumpur sumur BL lapangan BCK sampel 8 gram merupakan sampel yang paling sesuai dan dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai lumpur pemboran. ABSTRACT The composition and physical properties of drilling mud are critical parameters that significantly impact the success and efficiency of drilling operations. This study focuses on evaluating the filtration loss, mud cake thickness, and pH of drilling mud using data from the BL well in the BCK field. The research aimed to determine whether soybean seed coat can be utilized as an additive to reduce fluid phase loss in drilling mud at a temperature of 200℉. The study began by grinding the soybean seed coat into a fine powder using a food processor. The powdered material was then used to prepare drilling mud samples with additive concentrations of 0, 2, 4, 6, and 8 grams. Laboratory tests were conducted to analyze filtration loss, mud cake thickness, and pH. The results showed that filtration loss ranged from 19 - 10 mL, mud cake thickness from 8 - 4 mm, and pH remained stable at 9 across all samples. These changes were influenced by the 54% cellulose content in the soybean seed coat, which contributes to molecular bonding that helps minimize fluid loss and affects the thickness of the mud cake. Based on the recommended mud properties for the BL well, the 8-gram sample demonstrated the most optimal performance and is considered suitable for use in drilling mud formulations.