Blotong merupakan limbah padat industri gula yang dihasilkan dalam jumlah besar dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain, blotong mengandung sekitar 42% selulosa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh daya microwave dan volume larutan natrium hidroksida (NaOH) terhadap produksi glukosa dari blotong melalui proses microwave pirolisis. Sebelum proses pirolisis, blotong dipretreatment menggunakan larutan NaOH 15% selama 12 jam pada suhu ruang untuk mengurangi kandungan lignin dan meningkatkan aksesibilitas selulosa. Microwave pirolisis dilakukan selama 35 menit dengan variasi volume NaOH 15% sebesar 150, 200, dan 250 mL serta daya microwave 400 dan 600 W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa tertinggi pada produk cair diperoleh pada daya microwave 400 W dengan penambahan NaOH 150 mL, yaitu sebesar 0,916 mg/mL (0,686%). Sementara itu, peningkatan daya microwave menjadi 600 W cenderung menurunkan kadar glukosa yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pretreatment alkali dan microwave pirolisis berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah blotong melalui produksi glukosa, dengan kondisi operasi optimum pada daya microwave 400 W dan volume NaOH 150 mL.
Copyrights © 2026