Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KORELASI MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS DI SMK NEGERI 3 BONE Ismail Rahim; Mansyur Mansyur; Muhammad Rian Hidayat
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v9i2.17611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar pada mata pelajaran pemeliharaan chasis untuk siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 3 Bone. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas XI jurusan Teknik Kendaraan Ringan yang berjumlah 30 orang. Untuk memperoleh gambaran tentang motivasi dan hasil belajar siswa serta hubungan kedua variabel tersebut maka digunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar kategori sangat baik (36%), kategori baik (47%), kategori cukup (17%), dan tidak ada dengan kategori kurang, sedangkan hasil belajar kategori sangat baik tidak ada, kategori baik (3%), kategori cukup baik (97%), dan tidak ada dengan kategori kurang baik. Koefisien korelasi (r) antara X dengan Y (rxy) sebesar 0,398, karena nilai tersebut bernilai positif maka dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa.
Pengembangan Trainer Mikrokontroler Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Kuliah Praktik Mikrokontroler di Program Studi Pendidikan Vokasional Mekatronika Ismail Rahim; Nurul Magfirah
Jurnal Sinergi Jurusan Teknik Mesin Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v21i1.4198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan trainer mikrokontroler serta tingkat kelayakan trainer mikrokontroler dalam mata kuliah praktik mikrokontroler di prodi Pendidikan Vokasional Mekatronika. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, dan Desiminate). Tingkat kelayakan trainer mikrokontroler sebagai media pembelajaran ditentukan oleh hasil validasi ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hasil validasi ahli media, dapat diketahui bahwa dari aspek kelayakan isi dan tujuan mendapatkan skor sebanyak 15 (93,75%), aspek kualitas instruksional pembelajaran mendapatkan skor sebanyak 25,5 (91,07%), dan untuk aspek kualitas teknis mendapatkan skor sebanyak 21,5 (89,58%). Secara keseluruhan trainer mikrokontroler dinyatakan sangat layak dengan persentase sebesar 91,18%. Dari hasil validasi ahli materi, dapat diketahui bahwa dari segi kelayakan isi mendapatkan skor sebanyak 14,5 (90,65%), aspek kebahasaan mendapatkan skor sebanyak 15,5 (96,87%), aspek penyajian mendapatkan skor sebanyak 14,5 (90,65%), dan untuk aspek gambar mendapatkan skor sebanyak 16 (100%). Secara keseluruhan, jobsheet pendamping trainer mikrokontroler termasuk ke dalam kategori sangat layak dengan persentase sebesar 94,53%. Selanjutnya didapatkan respon dari 13 orang mahasiswa sebagai pengguna yang kemudian diperoleh persentase sebesar 80% yang termasuk ke dalam kategori sangat layak.Kata kunci : trainer mickrokontroler, pengembangan, mekatronika
Klinik CERIA-TEYL: Pelatihan Tutor Mahasiswa untuk Kursus Bahasa Inggris Anak Prasejahtera Fitri Radhiyani; Suci Amaliah; Harnita Rosalia; Ismail Rahim; Rudy Yusuf
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan mahasiswa calon tutor dalam merancang pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan, kontekstual, hemat biaya, dan sesuai dengan kebutuhan anak SD prasejahtera di Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui Klinik CERIA-TEYL, yaitu model pelatihan desain pembelajaran yang terdiri atas lima tahap: Contextualize, Engage, Rehearse, Interact, dan Assess. Sasaran langsung kegiatan adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dipersiapkan sebagai tutor berbasis komunitas, sedangkan sasaran tidak langsungnya adalah anak-anak SD prasejahtera yang membutuhkan akses lebih luas terhadap pembelajaran bahasa Inggris gratis. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, orientasi pembelajaran bahasa Inggris untuk anak, pengenalan model CERIA-TEYL, penyusunan desain pembelajaran, pengembangan media, latihan terbimbing, pemberian umpan balik dosen, dan revisi perangkat ajar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa klinik ini membantu mahasiswa mengubah gagasan mengajar yang masih umum menjadi rancangan pembelajaran yang lebih terstruktur. Mahasiswa menghasilkan rancangan pembelajaran sederhana, aktivitas kosakata, media berbasis gambar, rancangan storytelling, lembar kerja singkat, dan alat asesmen formatif. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran mahasiswa tentang instruksi ramah anak, keberagaman peserta didik, interaksi kelas, dan refleksi mengajar. Meskipun sebagian mahasiswa masih memerlukan pendampingan dalam menyederhanakan instruksi dan mengatur transisi aktivitas, program ini menjadi dasar praktis bagi pengembangan kursus bahasa Inggris gratis berbasis komunitas.
PENGUATAN CRITICAL LISTENING MAHASISWA CALON GURU BAHASA INGGRIS MELALUI KLINIK AUDIO-VISUAL BERBASIS HOTS Fitri Radhiyani; Suci Amaliah; Ismail Rahim; Yunitari Mustikawati; Muftihaturrahmah Burhamzah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat keterampilan critical listening mahasiswa calon guru bahasa Inggris melalui klinik audio-visual berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kegiatan ini merespons kecenderungan pembelajaran menyimak yang masih diposisikan sebagai latihan pemahaman literal, padahal komunikasi akademik dan digital menuntut pendengar mengidentifikasi klaim, mengevaluasi bukti, membaca isyarat multimodal, dan merefleksikan bias. Metode pengabdian menggunakan pendampingan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, kurasi materi, pemodelan strategi, praktik terbimbing, diskusi berbasis bukti, refleksi pedagogis, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Kegiatan menghasilkan siklus CERDAS Listening, lembar analisis, rubrik pendampingan, serta rancangan mini pembelajaran menyimak reflektif. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran peserta terhadap konsep critical listening, pergeseran respons dari opini umum ke jawaban berbasis bukti dengar/visual, serta kesiapan awal dalam merancang instruksi listening yang melampaui pemeriksaan jawaban. Program ini menegaskan kontribusi pengabdian dosen dalam menyiapkan calon guru sebagai fasilitator pembelajaran bahasa Inggris yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab di tengah arus informasi digital.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI MICROWAVE PIROLISIS UNTUK OPTIMALISASI PRODUKSI GLUKOSA BERBASIS BLOTONG Ismail Rahim; Novriany Amaliyah
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blotong merupakan limbah padat industri gula yang dihasilkan dalam jumlah besar dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain, blotong mengandung sekitar 42% selulosa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh daya microwave dan volume larutan natrium hidroksida (NaOH) terhadap produksi glukosa dari blotong melalui proses microwave pirolisis. Sebelum proses pirolisis, blotong dipretreatment menggunakan larutan NaOH 15% selama 12 jam pada suhu ruang untuk mengurangi kandungan lignin dan meningkatkan aksesibilitas selulosa. Microwave pirolisis dilakukan selama 35 menit dengan variasi volume NaOH 15% sebesar 150, 200, dan 250 mL serta daya microwave 400 dan 600 W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa tertinggi pada produk cair diperoleh pada daya microwave 400 W dengan penambahan NaOH 150 mL, yaitu sebesar 0,916 mg/mL (0,686%). Sementara itu, peningkatan daya microwave menjadi 600 W cenderung menurunkan kadar glukosa yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pretreatment alkali dan microwave pirolisis berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah blotong melalui produksi glukosa, dengan kondisi operasi optimum pada daya microwave 400 W dan volume NaOH 150 mL.