Penelitian ini mengkaji leksikon budaya Batak Toba yang terdapat dalam lirik lagu Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au karya Nahum Situmorang dan Uju Dingolukkon Ma Nian karya Deny Siahaan dengan menggunakan pendekatan antropolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi, menganalisis makna, dan membandingkan leksikon budaya yang terkandung dalam kedua lagu tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tiga tahap: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menemukan 11 satuan leksikal budaya utama yang merepresentasikan nilai Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon, dan Holong, tiga nilai pertama merupakan falsafah 3H yang menjadi orientasi sosial masyarakat Batak Toba, sedangkan Holong merupakan nilai relasional yang memperkuat hubungan orang tua dan anak, serta nilai pendidikan, etos kerja, merantau, dan penghormatan kepada orang tua. Kedua lagu sama-sama menempatkan satuan leksikal anakkon sebagai satuan leksikal paling dominan, namun dengan perspektif yang berbeda. Penelitian ini membuktikan bahwa lirik lagu Batak Toba merupakan media yang kaya akan satuan leksikal budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Copyrights © 2026