Pengelolaan keuangan pesantren di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, masih dilakukan secara manual sehingga rawan kesalahan, tidak transparan, dan sulit dipertanggungjawabkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola pesantren melalui pengenalan digitalisasi keuangan dan aplikasi e-pesantren. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelatihan inti (ceramah interaktif, demonstrasi), serta pendampingan dan evaluasi. Mitra sasaran adalah 24 pengelola keuangan dari 6 pesantren di Kabupaten Bulukumba. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai urgensi digitalisasi keuangan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pengelola pesantren dalam digitalisasi keuangan, sekaligus mendorong terwujudnya sistem akuntansi yang transparan dan akuntabel. Rencana pengembangan ke depan meliputi evaluasi jangka panjang, pelatihan lanjutan, serta perluasan cakupan ke lebih banyak pesantren.
Copyrights © 2026