Abstract:. This study analyzes Penanian Tojolo as a contextual pastoral method in bereavement events. The study was conducted at the Toraja Church, Sion Batubai Congregation. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, documentation, and literature study. The analysis focused on the theological meaning, pastoral functions, and liturgical relevance of the tradition. The findings reveal four main functions of Penanian Tojolo. This tradition supports, heals, restores hope, and nurtures the faith of bereaved families. This communal practice also strengthens congregational solidarity. However, some lyrics still require theological review in order to align with the teachings of the Toraja Church. This study recommends the integration of Penanian Tojolo into pastoral ministry and structured bereavement liturgy. Abstrak:.Penelitian ini menganalisis Penanian Tojolo sebagai metode pastoral kontekstual pada peristiwa kedukaan. Studi dilakukan di Gereja Toraja Jemaat Sion Batubai. Penelitian memakai pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis difokuskan pada makna teologis, fungsi pastoral, dan relevansi liturgis tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan empat fungsi utama Penanian Tojolo. Tradisi ini menopang, menyembuhkan, memulihkan pengharapan, dan memelihara iman keluarga berduka. Praktik komunal ini juga memperkuat solidaritas jemaat. Namun, beberapa lirik masih memerlukan peninjauan teologis agar selaras dengan ajaran Gereja Toraja. Penelitian ini merekomendasikan integrasi Penanian Tojolo ke dalam pelayanan pastoral dan liturgi kedukaan yang terarah.
Copyrights © 2026