Penelitian ini didasari oleh adanya ketidaksesuaian antara belanja pemerintah daerah dengan kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat di Surabaya. Meskipun alokasi dana untuk tahun 2023 meningkat, masih terdapat beberapa kendala dalam pelayanan seperti keterlambatan program, ketimpangan fasilitas, dan tingginya SILPA yang menunjukkan bahwa penyerapan dana masih belum berjalan dengan baik. Penelitian yang dilakukan sebelumnya lebih dominan menggunakan metode kuantitatif, sementara kajian kajian kualitatif mengenai seberapa efektif pengeluaran daerah dalam pelayanan publik masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana belanja pemerintah daerah memengaruhi kinerja pelayanan publik di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripstif dengan teknik purposive sampling yang berfokus kepada pegawai pemerintah dan masyarakat yang menggunakan layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, seta dokumentasi dari APBD, LKjlP, dan laporan pelaksanaan anggaran. Hasil dari penelitian ini mengindikasiakn bahwa pengeluaran operasional mendukung layanann rutin, sementara pengeluaran modal memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur publik. Akan tetapi, tingginya SILPA menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran belum berjalan secara maksimal, sehingga efektivitas layanan dipengaruhi oleh ketepatan dalam alokasi dan kemampuan aparatur pemerintah.
Copyrights © 2026