Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Belanja Pemerintah Daerah Kota Surabaya Terhadap Kinerja Pelayanan Publik Tahun 2023 Shahirah Nurza Illani; Chelsea Denisa; Revienda Anita Fitrie; Eva Hany Fanida
Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI VOLUME 14 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jrma.v14i1.14181

Abstract

Penelitian ini didasari oleh adanya ketidaksesuaian antara belanja pemerintah daerah dengan kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat di Surabaya. Meskipun alokasi dana untuk tahun 2023 meningkat, masih terdapat beberapa kendala dalam pelayanan seperti keterlambatan program, ketimpangan fasilitas, dan tingginya SILPA yang menunjukkan bahwa penyerapan dana masih belum berjalan dengan baik. Penelitian yang dilakukan sebelumnya lebih dominan menggunakan metode kuantitatif, sementara kajian kajian kualitatif mengenai seberapa efektif pengeluaran daerah dalam pelayanan publik masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana belanja pemerintah daerah memengaruhi kinerja pelayanan publik di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripstif dengan teknik purposive sampling yang berfokus kepada pegawai pemerintah dan masyarakat yang menggunakan layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, seta dokumentasi dari APBD, LKjlP, dan laporan pelaksanaan anggaran. Hasil dari penelitian ini mengindikasiakn bahwa pengeluaran operasional mendukung layanann rutin, sementara pengeluaran modal memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur publik. Akan tetapi, tingginya SILPA menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran belum berjalan secara maksimal, sehingga efektivitas layanan dipengaruhi oleh ketepatan dalam alokasi dan kemampuan aparatur pemerintah.
Analisis Perbandingan Perencanaan dan Realisasi Anggaran pada Proyek Revitalisasi Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025 Levia Cindy Arianti; Fida Aprillia; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran pada proyek revitalisasi Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo di Tahun 2025, serta untuk menentukan penyebab yang mengakibatkan deviasi, dan menilai efektivitas pengelolaan anggaran. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan dokumentasi, sementara analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif yang mencakup tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari sisi anggaran, tidak ada perbedaan signifikan antara rencana dan pelaksanaan, yang tetap berada di angka Rp 24,6 miliar. Namun, dari segi waktu pelaksanaan, terdapat keterlambatan yang sangat berarti dibandingkan dengan rencana awal, yang mengindikasikan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek. Penyebab deviasi ini mencakup perencanaan waktu yang tidak realistis, manajemen proyek yang kurang baik, kinerja kontraktor, serta faktor eksternal seperti masalah teknis dan kondisi lapangan. Secara keseluruhan, proyek dianggap cukup efektif karena sasaran pembangunan telah tercapai, tetapi belum efisien dalam hal waktu pelaksanaan.
Analisis Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Sidoarjo Nur Syahwal Fauzan; Sheva Arrayan Ekyuna; Revienda Anita Fitrie; Eva Hany Fanida
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17340

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya efektivitas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai instrumen kebijakan fiskal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat daerah, khususnya di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki kapasitas fiskal relatif besar namun memerlukan evaluasi terhadap dampak pengalokasian anggaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh alokasi APBD terhadap kesejahteraan masyarakat serta mengidentifikasi sektor prioritas belanja yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain explanatory sequential, Sampel kuantitatif terdiri dari 15 responden masyarakat yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling berdasarkan wilayah kecamatan. Sementara itu, informan kualitatif terdiri dari 5 orang pejabat perangkat daerah dan 5 akademisi. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda dan analisis tematik yang diintegrasikan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi anggaran pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan sosial dengan tingkat realisasi yang tinggi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan akses layanan publik, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan aktivitas ekonomi masyarakat. Kesimpulannya, pengelolaan APBD yang terarah, efektif, dan akuntabel menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi teoretis pada kajian keuangan publik daerah dan implikasi praktis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan alokasi anggaran berbasis prioritas pembangunan yang berkelanjutan.
Analisis Alokasi Anggaran dan Efektivitas Infrastruktur pada Keterlambatan Proyek Strategis Kabupaten Sidoarjo Naylarossi Isabella Rokim Putri; Marcela Novia Yolanda; Revienda Anita Fitrie; Eva Hany Fanida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.17048

Abstract

Pentingnya pengalokasian anggaran daerah dan tingkat efektivitas infrastruktur terletak pada perannya sebagai indikator utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang efisien, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penyediaan ruang fasilitas publik terbuka yang berkualitas dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alokasi anggaran dan efektivitas pelaksanaan infrastruktur terhadap keterlambatan proyek strategis di Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, menggunakan data sekunder yang berasal dari dokumen portal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, dokumen regulasi perundang-undangan, dokumen perencanaan pembangunan, jurnal ilmiah, serta berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun alokasi anggaran infrastruktur telah direncanakan dan ditetapkan dengan harapan selesai sesuai target, namun efektivitas pelaksanaan proyek masih belum optimal yang ditandai dengan keterlambatan proyek betonisasi Jalan Bringinbendo, revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo, dan pembangunan rumah pompa Kedungpeluk, disebabkan faktor teknis, manajerial, dan administratif seperti kendala lapangan, cuaca, lemahnya koordinasi, serta kurang pengawasan secara optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa besarnya anggaran tidak menjamin keberhasilan pembangunan apabila tidak diimbangi dengan perencanaan yang matang oleh beberapa koordinasi, pengelolaan proyek dengan baik, serta sistem pengawasan yang efektif.
Analisis Kontribusi Dana Transfer Pemerintah Pusat terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Kota Malang Periode 2021–2025 Destriyani Destriyani; Ardhia Pramesti Azzahra; Revienda Anita Fitrie; Eva Hani Fanida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.17120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi dana transfer pemerintah pusat terhadap kemandirian keuangan daerah Kota Malang periode 2021–2025. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis rasio keuangan, meliputi rasio kemandirian dan rasio ketergantungan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pendapatan daerah mengalami peningkatan dari Rp2,14 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp2,51 triliun pada tahun 2025, yang didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana transfer. Meskipun PAD meningkat dari Rp776,6 miliar menjadi Rp1,05 triliun, struktur pendapatan daerah masih didominasi oleh dana transfer dengan kontribusi lebih dari 50% setiap tahunnya. Rasio kemandirian berada pada kisaran 34%–42% yang menunjukkan kategori sedang, sedangkan rasio ketergantungan berada pada kisaran 58%–65% yang menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa Kota Malang masih berada pada tahap transisi menuju kemandirian fiskal, di mana peningkatan PAD belum mampu secara signifikan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan PAD melalui optimalisasi potensi ekonomi daerah guna memperkuat kemandirian keuangan daerah.
Strategi Pengembangan Retribusi Jasa Umum Sebagai Pendapatan Asli Daerah: Studi Kasus SWK Ketintang Surabaya Meilisa Mufarocha; Tara Avrilyana Desvita; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i5.17524

Abstract

Optimalisasi retribusi daerah masih mengalami tantangan dalam pelaksanaannya seperti rendahnya kepatuhan masyarakat, keterbatasan sistem pengelolaan, dan belum optimalnya pengelolaan potensi ekonomi lokal. Bentuk upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan retribusi jasa umum yaitu melalui pengembangan program Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan retribusi jasa umum sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Ketintang Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori manajemen strategi menurut Wheelen & Hunger (2012) yang meliputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi, dan pengendalian. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan retribusi jasa umum di SWK Ketintang telah dilaksanakan melalui empat tahapan manajemen strategi. Pengamatan lingkungan dilakukan dengan mengidentifikasi potensi ekonomi dari penataan pedagang kaki lima menjadi kawasan kuliner terintegrasi. Perumusan strategi mencakup penentuan kebijakan retribusi, lokasi, dan pembangunan fasilitas. Implementasi strategi dilakukan melalui pemungutan retribusi, pengelolaan fasilitas, dan pengawasan oleh Dinkopdag. Namun, masih diperlukan peningkatan pada aspek digitalisasi sistem pembayaran, penguatan pengawasan, dan inovasi pengelolaan.
Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Apbdes di Desa Bangah Dinda Eka Wahyu Wardhana Saputri; Nadhifa Firtininda Hapsari; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i5.17563

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam administrasi keuangan RT 01 RW 07 Desa Bangah. Transparansi dan akuntabilitas adalah dua prinsip tata kelola pemerintahan yang baik yang menekankan berbagi informasi dan tanggung jawab publik (Dwiyanto, 2006). Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi laporan keuangan, dan informasi dari pengurus RT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan akuntabilitas dipresentasikan pada rapat tahunan, dan laporan keuangan diberikan kepada grup WhatsApp warga di akhir setiap bulan. Akuntabilitas dicapai melalui proses persetujuan, dan pengurus bertanggung jawab untuk menginformasikan warga tentang bagaimana dana digunakan. Praktik-praktik ini menunjukkan komunikasi yang efektif dan struktur yang jelas, seperti yang direkomendasikan oleh Edward III (1980), berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan pendekatan implementasi kebijakan. Untuk memastikan praktik transparansi lebih sistematis dan berkelanjutan, penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem dokumentasi arsip digital.
Analisis Optimalisasi Pajak Reklame dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kota Surabaya Shafina Tri Ameylia; Shafira Izzani Maulania; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.17805

Abstract

Analisis optimalisasi Pajak Reklame dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kota Surabaya bertujuan untuk menganalisis sejauh apa optimalisasi pengelolaan pajak reklame terhadap PAD Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode analisis data yang dipakai adalah model interaktif. Fokus utama dalam penelitian ini adalah Pajak Reklame untuk mengetahui pengaruhnya terhadap PAD. Penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pengelolaan Pajak Reklame masih belum terlalu signifikan pengaruhnya untuk PAD Kota Surabaya.
Smart Mobility Governance in Surabaya: Digital Innovation, Accessibility, and Sustainable Urban Transport Deby Febriyan Eprilianto; Yuyun Eka Kartika Sari; Galih Wahyu Pradana; Adam Jamal; Revienda Anita Fitrie; Rianda Usmi
Smart Society Vol. 6 No. 2 (2026): Smart Society
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/smartsociety.v6i2.1229

Abstract

Smart Mobility research often emphasizes digital applications, intelligent transport systems, or low-emission vehicles, but less attention has been given to how accessibility, environmental sustainability, and ICT integration are governed as interdependent public service dimensions in developing-country cities. This study addresses that gap by analyzing Smart Mobility governance in Surabaya, Indonesia, where Suroboyo Bus, Trans Semanggi, Feeder Wara-Wiri, the GOBIS application, cashless payments, and electric buses are being developed within one urban mobility system. Using a qualitative case study design, data were collected through field observation, semi-structured interviews, documentation, and literature-based conceptual review. Informants were selected through purposive sampling and consisted of 15 participants, including local government or transport authority representatives, public transport service personnel, passengers, and users representing accessibility or digital inclusion concerns. Thematic analysis supported by NVivo 15 was used to code and compare patterns related to accessibility, sustainability, ICT integration, and inclusion barriers. The findings show that Surabaya has improved mobility access through route information, bus stops, pedestrian facilities, passenger assistance, and digital travel information, but access remains uneven for wheelchair users, elderly passengers, and residents with weak first-mile and last-mile connections. Electric buses indicate potential operational emission reduction, although their long-term environmental benefit depends on the electricity mix, fleet scale, life-cycle impacts, and modal shift from private vehicles. GOBIS and cashless payments improve service transparency, journey planning, and user convenience, yet digital literacy, internet access, and application reliability remain critical barriers. The study contributes to Smart Mobility and smart governance literature by conceptualizing mobility innovation as an integrated governance process that must align digital systems, inclusive design, low-emission transport policy, and citizen-oriented service delivery.